SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Jembatan perbatasan antara Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikeluhkan warga. Pasalnya, selain minim penerangan juga banyak pemancing dan anak muda yang nongkrong.
“Kalau malam sagat gelap. Karena tidak ada lampu penerangan. Cuma ada wadahnya, tapi lampunya tidak ada,†kata Wawan, warga sekitar.
Menurutnya, selain dirinya banyak warga lain yang mengeluhkan kondisi tersebut. Seolah Pemerintah tidak memperhatikannya.
“Bisa dilihat dari memudarnya cat dan banyaknya vandalism (coretan) pada jembatan,†imbuh dia.
Dia menambahkan, selain tidak ada lampu penerangannya, masalah lain yang dikeluhkan adalah ketika banyak orang memancing dan dibuat nongkrong di atas jembatan. Hal itu membahayakan bagi pengguna jalan. Karena bisa dimungkinkan banyak pengendara yang tidak melihat, dan mengakibatkan kecelakaan.
“Banyak yang mancing, dan anak muda nongkrong di jembatan itu,†ujar dia.
Kepala Satpol PP Blora, Sri Handoko ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan. Sejauh ini memang fokusnya pada jembatan pembatas provinsi yang berbatasan dengan Kecamatan Padangan.
“Itu berhubungan dengan ketentraman dan ketertiban. Kami akan segera lakukan pemeriksaan,†ungkapnya.
Terkait dengan penerangan yang kerap dikeluhkan, Handoko menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.
“Intinya kami akan usahakan penerangan jalan lah,†terangnya. (ams)