Besok, Gerah Kobar Kembali Kepung Lapangan Mudi

Massa bertahan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berencana mengepung kembali Tapak Sumur (Pad A dan B) Lapangan Mudi, Blok Tuban, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

Sesuai surat pemberitahuan aksi unjuk rasa, Gerah Kobar akan menerjunkan 1.000 masa dari Desa Rahayu, dan Sokosari, Kecamatan Soko, dan warga Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel.

“Ada seribu massa yang akan menuntut kejelasan kompensasi dampak gas buang (Flare) Pad A,” kata Ketua Gerah Kobar, Tarmuji, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (14/8/2016).

Aksi tersebut menjadi unjuk rasa yang ketiga kali, di Lapangan Mudi dalam dua bulan terkahir. Sebelumnya dua aksi terjadi pada tanggal 21 dan 25 Juli 2016. Dimana pihak operator Blok Tuban, tidak dapat memberikan penjelasan soal pencairan kompensasi yang belum dibayarkan sejak bulan Januari 2016 lalu.

Menurut Gerah Kobar alasan yang menjadi pertimbangan operator mencairkan kompensasi tidak masuk akal. Pertimbangan tersebut diantaranya, hasil kajian tim ITS yang mengklaim kegiatan produksi JOB P-PEJ sudah tidak ada dampak nyata terhadap warga ring 1.

Baca Juga :   Warga Blok Tuban Dilatih Padamkan Kebakaran Kompor

Kemudian dalam P APBN 2015 tidak ada anggaran untuk kompensasi tahun 2016. Alasan terkahir penerimaan kompensasi berupa cash money atau uang tunai, sudah menjadi pantauan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 2014 silam.

“Pertimbangan itu hanya alasan pihak JOB P-PEJ saja, kalau mau membuka perjanjian kompensasi tahun 2009 pasti pencairannya tidak berbelit,” tudingnya.

Pihaknya mengancam aksi unjuk rasa di Lapangan Mudi tidak akan berhenti sebelum ada kompensasi. Apabila operator belum juga memberikan kejelasan, massa nekat memasang portal di Jalan Lingkar Rahayu-Pertamina.

“Tuntutan kami hanya mengacu pada perjanjian kompensasi sejak 2009, kalau mau direvisi silahkan harus melalui diskusi panjang terlebih dahulu,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, apabila mengacu pada kesepakatan kompensasi yang telah ditandatangani oleh Field Manager (FM) JOB P-PEJ, BP Migas Japalu, Kades Rahayu, Camat Soko, Kapolsek Soko, Danramil Soko, pada tanggal 6 Oktober 2009 sudah tertera jelas. Bahwasannya selama JOB P-PEJ beroperasi kompensasi akan diberikan kepada warga terdampak.

Diketahui, aksi unjuk rasa besok akan fokus di dua titik yakni Pad A dan B. Massa akan dipimpin 8 Koordinator Lapangan (Korlap) dari Balai Desa Rahayu, Kecamatan Soko meliputi, Ngaeman, Mustajab, Samuri, Kasmuri, Suratman, Tamuji, Marsudi, dan Sanuli.

Baca Juga :   LPG 12 KG & Bright Gas Turun Harga

Sedangkan oratornya melibatkan 10 orang, mulai Sa’roni, Mujiono, Kamsiadi, Suwandi, Sauji, Sukir, Mujiyono, Wasito, Sukiran, dan Sutikno. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *