SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan mahalnya biaya pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di wilayah setempat. Untuk mendapatkan SIM C, warga harus merogoh kocek Rp 365.000.
Harga tersebut jauh lebih mahal dari patokan biaya yang ditentukan pemerintah yakni sebesar Rp100.000.
Sugianto, warga Cepu, mengaku heran dengan kebijakan kepolisian Blora yang bekerjasama dengan penyedia jasa training mengemudi (Driving Training Center/DTC), sebuah lembaga penyedia jasa pelatihan mengemudi di Jalan Gunung Wilis Blora.
Karena hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan pemohon SIM harus mengelurakan biaya Rp225.000. Padahal, pelatihan yang diberikan tidak lebih dari 5 menit dan sertifikat bisa ditunggu dan langsung bisa dibawa pada hari itu juga.
Hal itu Sugianto ketahui saat mengantarkan saudaranya membuat SIM. “Padahal empat bulan lalu tidak seperti ini, saat saya membuat SIM,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/8/2016).
Menurutnya, pembuat SIM di Blora lebih mahal dibandingkan di Jakarta yang hanya Rp.160.000. Â Untuk memperoleh SIM C, pemohon harus mengeluarkan sejumlah uang.
“Tes kesehatan Rp 40.000 tanpa diberi kwitansi, training di DTC Rp225.000 dengan kwitasi dan bayar di loket SIM Rp100.000 namun tidak diberi kwitansi,” kata dia merinci.
Dia menganggap, adanya sertifikat itu hanya akal-akalan saja. Menurut logikanya, seharusnya setelah dari training baru dilakukan tes di Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Blora.
“Tapi ini tidak, dari Satlantas sudah di test drive, tapi dari petugas pemohon diarahkan ke DTC untuk mengikuti training ,” kata Sugianto mengungkapkan.
Senada diungkapkan Zain, warga Kecamatan Kedungtuban. Menurutnya, pemohonan SIM baru di Satlantas Polres Blora terlalu ribet.
“Kita harus mencari lokasi DTC yang tidak banyak orang tahu tempatnya. Banyak orang yang kesasar,” sambungnya dikonfirmasi terpisah.
Karena pengurusannya begitu ribet, Sugianto memilih memakai jalan pintas karena hanya terpaut Rp10.000.
“Dari pada capek seharian menunggu dan harus kesana kemari, lebih baik kita lewat yang lebih cepat,” pungkasnya.
Sementara itu Kasatlantas Polres Blora, AKP Handoko Suseno, sedang berupaya dimintai keterangan terkait masalah tersebut.(ams)