SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) tahap dua di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum dicairkan hingga saat ini karena masih menunggu pengajuan dari masing-masing desa.
“Masih dalam proses,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Bojonegoro, Supi Haryono, kepada Suarabanyuurip.com.
Bulan Agustus ini proses pencairan mulai dilakukan untuk ADD sebanyak 50 persen, dan 40 persen untuk DD. Sedangkan bagi hasil pajak 25 persen.
Namun untuk melakukan pencairan dana tersebut, desa harus menyelesaikan dan menyerahkan laporan penggunaan dana yang sudah diterima sebelumnya.
Untuk anggaran dana desa tahun 2016 ini mencapai Rp261,505 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2015 yakni sebesar Rp116 miliar.
Dana Desa tahap satu yang sudah cair sebesar Rp156 miliar. Sementara tahap dua sekitar Rp105 miliar.
“Untuk ADD tahun ini total seluruhnya Rp236,3 miliar dan separuhnya sudah dicairkan. Separuhnya lagi sekitar Rp59 miliar lebih,” ujar Supi merinci.
Tidak hanya ADD dan DD saja, namun pemkab juga akan memberikan dana bagi hasil pajak dan retribusi sebesar Rp9,6 miliar.
“Saat ini dibayarkan kurang lebihnya Rp2,4 miliar,” ucap mantan Camat Kanor itu.
Semua alokasi dana yang digelontorkan kepada masing-masing desa tersebut sudah ditetapkan melalui peraturan bupati (Perbup). Sehingga bisa langsung dicairkan setelah semua persyaratan dipenuhi desa.(rien)