BLH Belum Terima Hasil Uji Laboratorium

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, hingga kini belum menerima hasil uji laboratorium dari semburan lumpur panas di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro.

“Kami belum menerima hasil uji laboratorium parameter contoh air dari Laboratorium BLH Provinsi Jawa Timur di Surabaya,” kata Kepala Bidang Kajian dan Laboratorium BLH, Hari Susanto, Rabu (17/8/2016).

Nantinya, setelah hasil uji laboratorium diterima BLH, pihaknya akan membuat kajian yang akan disampaikan kepada dinas pertanian terkait dampak pemanfaatan air untuk tanaman pertanian.

Ada delapan parameter yang diuji antara lain, kandungan Hidrogen Sulfida (H2S), chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD), total suspended solid (TSS), Fe, dan Cu.

Dari pengambilan sample beberapa waktu lalu, BLH menilai, air yang keluar dari semburan di Krondonan mengandung Fe (besi) dan Manggan (Mn) yang berbahaya bagi tanaman.

“Pengaruh air yang tercemar Fe dan Manggan akan menghambat pertumbuhan tanaman,” tandasnya.

Apalagi, semburan di Krondonan juga mengandung belerang yang juga tidak baik bagi tanaman. Oleh sebab itu, para petani di Desa Krondonan menunggu hasil kajian air semburan yang masuk ke penampungan.

Baca Juga :   Prabowo : Sekarang Ini Kita Seperti Tamu di Rumah Sendiri

“Sebab air di tampungan itu biasa dimanfaatkan untuk menyirami tanaman bawang merah,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *