Ancam Blokir Akses Blok Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberi waktu selama satu minggu kepada operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) untuk mencairkan tali asih sebesar Rp75 juta.

“Itu tali asih tiga bulan sekali hasil kesepakatan bersama dengan JOB P-PEJ, tapi selalu saja diingkari,” ujar tokoh masyarakat setempat, Pamuji kepada suarabanyuurip.com, Kamis (18/8/2016).

Akibat telatnya pencairan ini mengakibatkan sebagian besar program yang sudah dijalankan oleh pemerintah desa setempat mandeg bahkan mengalami kerugian.

“Selain program infrastruktur di beberapa RT terhenti, desa selalu tombok karena uangnya tidak pernah dicairkan,” tambahnya.

Warga masih memberi kesempatan kepada JOB P-PEJ untuk berunding dan mencari kesepakatan bersama. Karena saat menggelar pertemuan siang tadi di balai desa setempat, belum ada titik temu.

“Perwakilan JOB P-PEJ yang datang tidak ada yang kompeten memberikan kepastian,” tandas Pamuji.‬

‪Menurutnya, program tali asih tersebut sudah diajukan oleh pemdes sejak september 2015 silam. Namun proposal pengajuan selalu dikembalikan dengan alasan banyak kekurangan dalam tulisan.

Baca Juga :   Khawatir Disambar Petir Tower SUTT Kilang Tuban Direlokasi ke Tanah Warga

“Waktu sudah diperbaiki, tiba-tiba mereka bilang proposalnya hilang. Alasannya banyak sekali untuk tidak mencairkan,” tuturnya.

Apabila dalam satu minggu tidak ada jawaban, maka Kepala Desa Ngampel akan memimpin sendiri aksi demonstrasi di depan Pad B dengan memblokir semua kegiatan.

Sementara itu Field Administration Superintendant JOB P-PEJ , akbar Pradima, belum memberikan konfirmasi terkait hal ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *