SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Unjuk rasa (Unras) yang dilakukan warga Mojodlik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli (Ampe) Panas flare, Kamis (18/8/2016), mendapat tanggapan dari Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Menurut juru bicara (Jubir) EMCL, Rexy Mawardijaya, pihaknya menghargai penyampaian aspirasi dan informasi dari masyarakat melalui dialog dan cara damai.
“Dalam beroperasi EMCL selalu mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Rexy kepada suarabanyuurip.com, Kamis .Â
Rexy menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, saat ini masih dalam tahap start up dan commissioning. Karena itu pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kegiatan operasi yang sedang berjalan.Â
“Kami menghargai semua dukungan yang diberikan kepada EMCL untuk memastikan proses ini terlaksana dengan aman dan efisien,” pungkas Rexy.
Sebagaimana diketahui, ratusan massa Ampe Panas Flare kembali melakukan unjuk rasa. Kali ini unjuk rasa dilakukan di halaman Gedung DPRD Bojonegoro dan Kantor Pemkab Bojonegoro.
Mereka mengusung empat tuntutan yakni mendesak EMCL bertanggungjawab atas panasnya lingkungan di Desa Mojodelik, menurunnya hasil panen, kebisiangan suara mesin yang beroperasi, dan peninjauan ulang analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).(suko)