SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Jawa Tengah, hingga saat ini belum Mengagendakan pertemuan untuk membahas persoalan yang dihadapi dalam program City Gas di Desa Sumber, Â Kecamatan Kradenan.
Pekan lalu Dinas ESDM berencana mengadakan pertemuan dengan beberapa pihak untuk membahas permasalahan tersebut. Diantaranya Pemerintah Kabupaten Blora, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan pemerintah desa setempat. Â
Kepala Seksi Migas Bidang Pertambangan dan Migas, Dinas ESDM Blora, Djati Walujastono, mengaku belum merencanakan pertemuan tersebut.
“Belum direncanakan karena masih sibuk kegiatan 17 Agustusan,” kata Djati Walujastomo.
Sebagaimana diberitakan, meski sudah di launching pengaliran gas rumah tangga melalui jaringan gas (jargas) di wilayah Ring-1 Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, ternyata masih menyisakan masalah. Masih ada kendala di lingkungan masyarakat setempat.
Diantara problem yang muncul, sulitnya merubah image masyarakat terhadap gas rumah tangga. Yang dianggap mirip saat kali pertama adanya konversi minyak tanah ke Gas Elpiji. Selain itu masyarakat meminta harga yang jauh lebih murah dari harga yang telah ditetapkan yaitu Rp33.000 perbuatan.
Masalah lain yang dihadapi, menurut Djati, adalah warga yang memindahkan rumahnya harus memasang kembali, supaya bisa memanfaatkannya. Ada juga yang masih ragu-ragu mengeluarkan uang untuk membayar gas.
Dia tambahkan, PGN sampai saat ini juga mengalami kendala yang cukup serius. Yakni, Shout Down Valve (SDV) otomatis masih belum datang.
“Sampai sekarang hanya terpasang SDV manual yang terpasang pada Central Processing Plant (CPP) PPGJ,” jelasnya. (ams)