Dua Kali Proposal Tali Asih Ditolak JOBP-PEJ

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku telah dua Kali mengajukan proposal kepada operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) agar tali asih bulan September hingga November 2015 lalu, segera dicairkan.

Tali asih ini sebagai bentuk tanggungjawab JOBP-PEP kepada warga dalam melakukan kegiatan di Sumur Pad B Lapangan Sukowati di desa setempat.

“Proposal pertama dikembalikan, dengan alasan akhir tahun,” ujar Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, Jumat (19/8/2016).

Kemudian, propsol kedua diajukan kembali pada tahun 2016, namun pihak JOB PPEJ menginginkan pembayaran tali asih dilakukan dua kali.

“Pemdes menolak permintaan itu, karena program sudah berjalan menggunakan uang desa terlebih dahulu,” ujar Hantoyono, mengungkapkan.

Karena hingga pertengahan tahun 2016 tidak segera direalisasikan, maka pemdes bersama warga Ngampel meminta dengan tegas supaya JOB PPEJ memenuhi kewajibannya.

“Kalau tidak diselesaikan sekarang, maka tali asih tahun 2016 terancam tersendat,” tegasnya.

Saat ini pemdes telah mengajukan proposal tali asih untuk ketiga kalinya. Hantoyono berharap operator jangan menunggu aksi dari warga dulu baru bertindak.

Baca Juga :   Jalan Utama Menuju Proyek Gas JTB Berlumpur

“Tolong ya, jangan menyalahkan desa terus. JOB PPEJ harusnya membantu, tidak mempersulit seperti ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Field Administrations Superintenden JOBP-PEJ, Akbar Pradima mengaku masih menunggu tagihan dari pemdes untuk mencairkan tali asih tersebut.

“Begitu persyaratan lengkap kami segera membayar dana tali asih. Kami jamin tagihan masuk, satu minggu lansung dibayar,” tegas Akbar.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *