JOBP-PEJ : Pencairan Tali Asih Tunggu Tagihan Desa

lapangan sukowati

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengharapkan Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur, segera membuat tagihan dana tali asih bulan September hingga November tahun 2015 senilai Rp 75 juta agar bisa segera dibayarkan.

“Karena penyaluran dana tali asih  itu harus dipertanggungjawabkan, kami telah meminta pada Kades dan perangkat Desa Ngampel untuk segera membuat tagihan. Tentu  harus disertai bukti-bukti kegiatan,” kata Field Administrations Superintenden JOBP-PEJ, Akbar Pradima, Jumat (19/8/2016).

Sesuai kesepakatan yang ditandatangani Ketua Kelompok Kerja, Sutrisno dan Kades Ngampel Pudjianto, lanjut Akbar Pradima, anggaran tali asih sebesar Rp 75 juta itu akan diwujudkan dalam tujuh kegiatan.

Antara lain pembuatan bengkel las untuk RT 03/RW O1, pengurukan jalan baru di RT 04 RW 01. Urukan yang disepakati sebesar 185 m3 dan pedel 28  m3,  budidaya sapi di RW 04 RT 02 satu ekor sapi indukan lengkap dengan kandang dan makan., pengadaan bak sampah dan modivikasi bak motor R3 di RT 02 RW 01, dan program penggemukan 12 ekor kambing di RT 02 RW 01.

Baca Juga :   Lifting Minyak Semester 1 Capai 713,3 ribu BOPD

“Kami juga sepakat mendukung program penambahan modal pengadaan beras  RT 06 dan 07  RW 02,” kata Akbar.

Begitu persyaratan lengkap pihak JOB PPEJ akan segera melakukan pembayaran dana tali asih. Bahkan sesuai kesepakatan 16 Agustus 2016, operator juga menjamin akan melakukan pembayaran satu minggu setelah tagihan diterima dari pihak desa.

“Kalau belum ada tagihan dari Kepala Desa Ngampel apa yang bisa menjadi dasar bagi JOB P-PEJ untuk melakukan pembayaran?” ucap Akbar Pradima.

Problem belum adanya tagihan resmi dari Kepala Desa Ngampel ini sudah disampaikan JOB PPEJ kepada perangkat dan warga Desa Ngampel. Hasilnya perangkat dan warga Desa Ngampel bisa memahami mengapa dana kompensasi itu belum cair.

“Sudah ada komunikasi, perangkat dan warga desa bisa memahami. Namun ternyata masih ada dua oknum  warga yang tidak bisa memahami. Dua oknum ini memprovokasi warga untuk melakukan demo penghadangan moving rig dan menuntut JOB P-PEJ segera mencairkan dana tali asih,” katanya.

Menyikapi hal ini, pihak JOB P-PEJ berharap aparat desa dan aparat keamanan bisa melakukan koordinasi dan pendekatan persuasif kepada warga yang tidak mau tahu atas problem admintrasi yang menghambat  JOB P-PEJ dalam menyalurkan dana tali asih.

Baca Juga :   Konvensi Migas Internasional di Bali Munculkan Investasi Rp77,4 Triliun 

“Sesuai kesepakatan dengan perangkat desa dan perwakilan warga, kami akan melakukan pembayaran ketika ada tagihan resmi,” imbuhnya.

Pihak Kepala Desa Pudjianto menyanggupi membuat tagihan pencairan dana tali asih untuk bulan September – Oktober-November tahun 2015. Jadi status JOB PPEJ saat ini menunggu datangnya tagihan resmi, bukan tidak mau bayar atau ingkar janji.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *