SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Upaya penertiban yang dilakukan Pertamina Eskplorasi Produksi (Pertamina EP), bersama Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Jawa Timur, pada bulan Mei 2016 lalu ternyata belum membuat jera oknum pengolah minyak mentah menjadi solar. Kini sebanyak 45 kios diduga penyedia Solar olahan di sepanjang jalur Pantura mulai Kecamatan Tambakboyo hingga Bancar kembali marak.
“Rata-rata masyarakat yang memiliki modal memilih menjadi penjual Solar olahan,” kata warga setempat yang identitasnya minta tidak disebut, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/8/2016).
Pihaknya belum mengetahui dari mana asal minyak mentah tersebut. Beredar kabar dari perengkek, dan rata-rata sumber minyak mentah dari Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kabupaten Bojonegoro, sisanya dari Kecamatan Singgahan, dan Bangilan, Kabupaten Tuban.
“Itu hanya informasi awal, benar tidaknya saya kurang paham,” jelasnya.
Sementara, Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, ketika dikonfirmasi belum dapat memberikan respon soal praktik yang disinyalir ilegal tersebut.
Pantauan di lokasi, hingga bulan Agustus 2016 jumlah total kios penyedia Solar olahan/oplosan ada 45 kios. 2 kios di Kecamatan Tambakboyo, dan 43 kios di Kecamatan Bancar. Khusus di Kecamatan Bancar 19 kios diantaranya berjubel di Desa Sukolilo.
Rata-rata kios tersebut berukuran 6×2 meter, di salah satu dinding yang berbahan dasar sesek/nyaman bambu ada tulisan nomornya, serta banyak drum solar dilengkapi selang pengisiannya. Selain itu, sebanyak 13 kios Solar olahan juga marak di sekitar jembatan timbang masuk Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Diberitakan sebelumnya, Polres Tuban, Jawa Timur, bersinergi bersama Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Field Cepu, pada bulan Mei lalu berhasil menyita Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar olahan sebanyak 3.500 liter.Selain BB, petugas kepolisian juga menetapkan enam tersangka yang terlibat dalam pengolahan Solar. (Aim)