Sehari Terganggu, Kerugian Capai Puluhan Ribu Dollar

penghadangan rig sukowati

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Penghadangan rig pengeboran minyak Sumur Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, oleh warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebabkan kerugian cukup besar bagi negara dan pemerintah kabupaten (Pemkab) sebagai daerah penghasil.

Kerugian tersebut disebabkan karena biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan pengeboran masuk dalam cost recovery yang akan dihitung pada saat pembagian dana bagi hasil migas.

“Sehari saja berhenti kerugiannya cukup besar. Sewa rig itu puluhan ribu dollar per harinya,” kata pengamat Migas Hamdi Zaenal kepada suarabanyuurip.com, Minggu (21/8/2016).

Kerugian tersebut belum termasuk biaya tenaga kerja per hari yang tetap harus dibayar oleh operator sekalipun tidak ada kegiatan.

“Juga biaya pengamanan oleh polisi. Itu pun nggak gratis lho,” ucap mantan pejabat SKK Migas itu.

Setiap terjadi gangguan dampak tidak langsungnya berpengaruh terhadap dana bagi hasil migas untuk Kabupaten Bojonegoro. Karena biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tersebut nantinya akan dihitung jadi pengurang dana bagi hasil pendapatan migas untuk Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :   Pemdes Rahayu Tetap Minta Kompensasi Delapan Bulan

“Bisa juga berdampak ke bagi hasil desanya,” ujar Hamdi.

Dirinya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh lembaga maupun oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Karena akibat ulah beberapa gelintir oknum masyarakat, ruginya untuk masyarakat banyak,” pungkas pria yang saat ini bekerja di Koperasi SKK Migas itu.

Sebagaimana diketahui, warga Ngampel melakukan penghadangan rig pemboran Pad A yang akan masuk ke Pad B Sukowati. Gara-garanya, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ) tak kunjung merealisasikan dana tali asih sebesar Rp75 juta untuk bulan September hingga November 2015.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *