SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, PTÂ Blora Patragas Hulu (BPH), berharap ada harga khusus dari pemerintah terhadap minyak mentah (crude oil) dari lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
Perusahaan milik Pemkab Blora itu mencatat, saat ini produksi minyak dari lapangan tersebut telah mencapai 180.000 barep per hari (Bph). Sama halnya dengan 1/3 produksi minyak  di Indonesia.
“Kita berharap ada harga khusus dari Pemerintah,” kata Direktur Keuangan PT BPH, Heri Slamet Hariyadi,  kepada suarabanyuurip.com,  Selasa (23/8/2016).
Dia melanjutkan, saat ini Blok Cepu telah mencapai produksi pucaknya, namun harga yang diberikan masih mengacu pada jenis minyak mentah “Arjuna” minus 0,5 (Us$ 40,51-0,5).  “Masak tidak ada harga khusus, padahal produksi minyak Blok Cepu sepertiga produksi Nasional ,” ujarnya.
Paling tidak minyak mentah Blok Cepu bisa lebih tinggi dari Arjuna. Atau minimal diberikan harga yang sama.
Menurutnya, dengan diberikan harga khusus maka otomatis akan mempengaruhi keekonomisan project  Banyu Urip. Terkait wacana tersebut  mulai menjadi pembahasan di internal Badan Kerjasama PI Blok Cepu. (ams)