Lahan Pertanian Cepu Menyusut

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Lahan Pertanian di wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga tahun 2016 ini telah mengalami penyusutan. Satu diantara penyebab berkurangnya lahan pertanian tersebut adalah banyaknya bangunan baru, khususnya pengembangan perumahan yang mamanfaatkan lahan-lahan produktif.

Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Cepu, Syaifudin, menjelaskan, dari luas lahan pertanian yang diperkirakan mencapai 2000 hektar (ha), saat ini telah berkurang hingga 15%. Itu diketahui dari Rencana Dasar Kebutuhan Definitif (RDKK) yang dilampiri Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

Untuk membuktikan bahwa petani benar-benar memiliki lahan pertanian yang lengkap dengan ukurannya. “Sebagi sarat pengajuan untuk mendapat jatah pupuk,” katanya, Kamis (25/8/2016).

Akan tetapi, Udin sapaan akrabnya, belum bisa menjelaskan secara pasti luasan lahan yang telah berkurang. “Saat ini masih dalam kajian,” ujar Udin.

Pengurangan lahan itu, lanjut dia, lebih banyak terjadi pada wilayah Cepu bagian Utara. Yang notabene merupakan sawah tadah hujan dan rata-rata hanya mampu panen dua kali selama setahun. Berbeda dengan wilayah Cepu Selatan yang lebih banyak memanfaatkan air sumur.

Baca Juga :   BKP Sampaikan Permintaan Maaf Atas Dugaan Pengeroyokan 2 Wartawan di Bojonegoro

“Wilayah Selatan bisa panen hingga tiga kali dalam satu tahun. Rata-rata dengan hasil panen 6 sampai 7 ton perhektarnya,” jelasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *