SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pasca penertiban sumur tua di Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (9/8) lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) memprakirakan anggaran yang dibutuhkan Badan Udaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) untuk mengelola 10 sumur sebesar Rp 3,5 miliar.
Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari pengelolaan satu sumur menghabiskan dana Rp 350 juta.
“Kalkulasianya satu sumur membutuhkan dana Rp 350 juta,†kata Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyabudi, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (26/8/2016).
Saat ini PDAT sedang proses pembersihan sumur. Sekaligus memperbaiki akses jalan menuju lokasi dari jalan raya. Sedangkan proses produksi dijadwalkan mulai tahun 2017 mendatang.
Teguh menyadari dalam pengeloaan Sumur Tua membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, nantinya BUMD PDAT tidak akan mengelola semua sumur secara bersamaan. Hanya sumur yang memiliki potensi besar akan dikelola terlebih dahulu.
“Minimal mengelola satu hingga dua sumur terlebih dahulu,†imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, di Lapangan Gegunung ada 22 sumur tua. Sejak tahun 2012 hampir seluruh smur yang ada dikelola oleh warga sekitar secara tradisional. Bahkan tahun 2013 ada satu sumur yang mencapai puncak produksi. Dalam satu harinya mampu menghasilkan minyak 48 drum, dimana per drumnya berkapasitas 200 liter.
Tetapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Kini sumur yang masih dikelola warga hanya 4 sumur produktif mulai sumur 4, 6,9, dan 10. Sejak dulu setiap sumur Gegunung digarap 60 hingga 70 orang. (Aim)