SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pasca penertiban sumur tua Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (9/8) lalu, sekira 500 penambang dari empat desa menunggu kejelasan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahan Daerah Aneka Tambang (PDAT).
Kasak kusuk informasi yang beredar, nantinya hanya beberapa penambang tradisional yang dilibatkan dalam proses produksi.
“Kita masih menunggu undangan adanya pertemuan dari PDAT selaku pengelola 10 sumur tua di lapangan Gegunung,†kata salah satu penanam saham sumur 06, Udin, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Jumat (26/8/2016).
Selaku investor sumur tua, BUMD diminta melibatkan semua penambang yang dulunya bekerja di Lapangan Gegunung. Baik menjadi Tenaga Kerja (Naker) produksi, maupun persiapan pembersihan sumur.
Apabila tidak semua penambang dilibatkan, BUMD harus memberikan solusi soal pekerjaan. Sekaligus memberikan ganti rugi biaya pembersihan sumur sejak tahun 2012 silam.
“Rata-rata per sumur habis Rp 500 juta untuk membersihkan hingga mengeluarkan minyak mentah/lentung,†imbuhnya.
Minimnya komunikasi dari BUMD soal keterlibatan Naker, menjadikan penambang gusar dan hampir setiap hari berkumpul di sekitar sumur tua. Apabila belum juga ada kejelasan, tidak menutup kemungkinan penambang tradisional akan kembali menambang sperti sedia kala.
Plt BUMD PD Aneka Tambang, Cucuk Dwi Sukwanto, ketika dikonfirmasi mengaku, baru merencanakan uji well testing atau tes awal produksi 10 sumur tua Gegunung. Soal melibatkan warga akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.
“Apabila nantinya membutuhkan tenaga nonteknis pasti melibatkan warga sekitar,†singkatnya.
Diberitakan sebelumnya, ada 22 sumur tua di Lapangan Gegunung 18 diantaranya sudah ditinggalkan warga, lantaran kehabisan dana mengelola, rusaknya casing, maupun menipisnya cadangan minyak.
Dalam satu harinya satu sumur rata-rata mampu menghasilkan 6 hingga 8 drum minyak. Untuk satu liter minyak biasanya dijual seharga Rp 2 ribu, sehingga satu drumnya Rp 400 ribu. (Aim).