SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Kesehatan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menargetkan pada tahun 2019 mendatang di 28 kecamatan sudah 100 persen menerapkan open defication free (ODF), atau bebas buang air besar sembarangan.
Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk pembangunan jamban atau jambanisasi.
“Di Kabupaten Bojonegoro sekarang belum sepenuhnya merupakan kecamatan yang 100 persen ODF,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Bojonegoro, Soeharto, Senin (29/8/2016).
Dari 430 desa yang tersebar di 28 kecamatan belum separo menerapkan ODF. Jumlah desa yang sudah menerapkan bebas buang air besar sembarangan sebanyak 191, sedangkan yang belum masih 239 desa.
“Kecamatan yang sudah ODF, Ngambon, Gayam, Dander, dan Bojonegoro,” terangnya.
Salah satu kecamatan yang belum menerapkan ODF yakni di Kecamatan Sukosewu. Di kecamatan tersebut masih banyak warga yang masih melakukan mandi, cuci dan kakus di aliran sungai pacal.
Gerakan ODF itu untuk menanggulangi gizi buruk dan menciptakan akses air bersih. Pihaknya mengaku. Nantinya, Dinkes akan bersinergi dengan pemerintah desa, untuk pembangunannya.
“Gizi buruk dan akses air bersih erat kaitannya dengan budaya masyarakat yang masih melakukan mandi, cuci, dan BAB di sungai,” pungkasnya. (rien)