SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Disamping sebagai petani, sebanyak 600 orang warga Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengais rejeki dari keberadaan Sumur Minyak Tua di wilayah setempat. Meski mengelola sumur tua sekadar sampingan, namun modal yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
Tarmadi, Penasehat Paguyuban Penambang Sumur Agung, Desa Ledok, menjelaskan, total sebanyak 850 orang warga yang mengelola sumur tua di bawah paguyuban Sumur Agung.
“Rinciannya 600 orang dari Desa Ledok dan 250 orang dari Desa Nglebur, Kecamatan Jiken,†katanya, Kamis (1/9/2016).
Menurutnya, lapangan sumur tua Ledok berhimpitan dengan wilayah Desa Nglebur. Bahkan ada sebagian sumur tua yang masuk desa tersebut. Dari sejumlah orang itu, lanjut dia, mengerjakan 170 titik sumur yang aktif dan berproduksi.
“Kalau total Sumur yang ada di wilayah lapangan Ledok, kurang lebih sebanyak 225 titik sumur tua,†jelasnya.
Dia tidak memungkiri jika banyak warga luar daerah yang juga ikut bekerja pada sumur tua. “Karena ada saudara yang juga bekerja di sini,†ujarnya saat di temui di sekitar lapangan Ledok.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejak harga minyal anjlok pada Januari 2016 lalu banyak warga yang hanya sekadarnya mengerjakan sumur tua dan banyak sumur menganggur.
“Karena memang pekerjaan tersebut hanya sampingan. Meski begitu modal yang dikeluarkan sudah cukup banyak,†ujar pria yang juga sebagai ketua kelompok penambang ini.
Dari warga lokal sendiri, lanjut dia, tidak banyak yang berani mengerjakan sumur semenjak anjloknya harga minyak awal 2016 lalu.
“Sehingga banyak sumur yang menganggur,†terangnya.
Sedikitnya butuh Rp40 juta dalam satu bulan untuk ongkos produksi sumur yang rutin berproduksi.
“Hasilnya pun belum bisa ditentukan. Penambang kebanyakan hanya melakukan pengambilan minyak dua kali dalam satu bulan. Itupun hanya mengambil minyak yang sudah tertampung pada lobang sumur (Ngendon),†jelasnya.
Dia hanya bisa berharap, harga minyak bisa kembali setabil. Supaya warga bisa lebih semangat untuk menimba minyak dari sumur tua yang ada.
“Terlebih untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,†terangnya.
Sementara, Kepala Desa Ledok, Sardi, membenarkan, jika banyak warganya yang bekrja pada sumur tua. Dengan adanya penambangan Sumur tua itu, warga bisa meningkatkan taraf ekonominya.
“Yang penting bisa menyejahterakan,†tuturnya. (ams)