SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertemuan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, bersama dengan operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan perwakilan warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, gagal dilaksanakan hari ini, Kamis (1/9/2016).
Musababnya, warga Mojodelik yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Flare (AMPE Panas Flare) tidak menghadiri pertemuan, dan menginginkan pertemuan digelar di Balai Desa Mojodelik.
“Kepala Desa (Kades) Mojodelik baru saja menelfon, menyampaikan jika warga ingin pertemuan digelar di desa Mojodelik,” kata Camat Gayam, Hartono, saat pertemuan berlangsung.
Rencananya, pertemuan tersebut untuk memfasilitasi antara AMPE Panas Flare dan EMCL supaya mendapat titik temu atas tuntutan yang disampaikan selama ini. Seperti, peningkatan suhu, hasil produksi pertanian yang menurun, kebisingan dan peninjauan kembali Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
Sementara itu, Asisten II, Setyo Yuliono, meminta Pemkab dan EMCL melakukan penelitian dan mempersiapkan data yang akurat saat bertemu dengan warga nantinya. Supaya, apa yang disampaikan kepada warga terukur semuanya.
“Jadi, kalau menyampaikan sesuatu harus dengan data,” imbuhnya.
Pihaknya juga meminta kepada EMCL supaya tidak sekedar omongan saja kepada warga. Harus segera ada action atau langkah nyata, ketika warga bergejolak.
“Seharusnya, ketika ada kemoloran secara tekhnis, EMCL ada komunikasi dengan warga,” tukasnya.
Pertemuan masih berlanjut, dan belum ada konfirmasi kapan jadwal pertemuan dengan warga akan dilakukan lagi. (Rien)