SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Tambang pasir mekanik sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya di wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sampai saat ini masih marak.
Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kedungtuban, Tulus Sunarko, mencatat terdapat tiga desa yang saat ini mengoperasikan tambang pasir mekanik. Yakni Desa Panolan ada 10 titik, Desa Jimbung 8 titik dan Desa Ketuwan 4 titik.
“Namun tidak semuanya beroperasi,†katanya.
Pihaknya mengaku sudah memberi peringatan dan pembinaan kepada pengusaha maupun penambang pasir untuk tidak melanjutkan penambangan secara mekanik. Sehingga mereka bisa mengurangi aktifitasnya sambil mencari alternatif pekerjaan lainnya.
“Secara perlahan dan bertahap. Karena ini menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Belum lama ini pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pengusaha tambang pasir dengan menggandeng perwakilan Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk memberi pengarahan dan penjelasan.
“Warga hanya mengiyakan untuk berhenti. Tapi tidak tahu nanti di lapangan seperti apa. Karena nanti kami akan langsung mendatangi titik-titik tambang pasir dengan menggandeng aparat keamanan,†kata Koko sapaan akrab Tulus Sunarko.
Jika dalam inspeksi mendadak nanti masih ditemukan adanya aktivitas penambangan pasir mekanik pihaknya akan langsung memerintahkan untuk dihentikan.
“Kami tidak bisa melakukan tindakan apa pun. Hanya memberi peringatan dan pembinaan. Jika suatu saat nanti ada operasi dari provinsi dan pihak kepolisian, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu memang wewenang mereka,” pungkasnya. (ams)