SuaraBanyuurip.com -Â
Tak selamanya air menjadi musuh atau petaka bagi kehidupan manusia. Tetapi suatu ketika air juga bisa menjadi sahabat yang sangat dibutuhkan. Untuk minum, mencuci, memasak misalnya. Bahkan bisa pula menjadi kebutuhan vital dalam peningkatan perekonomian masyarakat dibidang pertanian. Seperti dilakukan petani Campurejo dan Sukowati ring 1 Blok Tuban itu.
Air bagi petani di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini memang belum menjadi permasalahan yang utama. Sebab, pasokannya masih dalam kondisi lancar dengan volume memadai. Namun air tetap saja menjadi faktor paling penting bagi sektor pertanian.
Karena ketersediaan air yang cukup dan disaat waktu tepat merupakan kunci penting dalam keberhasilan aktivitas pertanian.
Petani di Desa Campurejo mengairi sawah dari Sungai Bengawan Solo. Bagi mereka, Sungai terpanjang di Pulau Jawa ini tidak identik dengan pembawa bencana, baik di musim kemarau maupun penghujan.
Di masa lalu, Bojonegoro ada pameo populer di kalangan wong cilik. Apa itu? Sulit ndodok (jongkok) tatkala musim penghujan dan sulit cebok (membersihkan diri setelah buang air besar atau kecil) ketika musim kemarau.
Hal ini karena Sungai Bengawan Solo sering mendatangkan bencana dibanding berkah bagi masyarakat Bojonegoro yang berada dibantaran Bengawan Solo. Kini, bagi warga tani Desa Campurejo Sungai Bengawan Solo identik dengan mendatangkan berkah. Tentunya harus dengan sentuhan manajemen air aplikatif dan fungsional yang maksimal.
Perihal ini telah dibidik oleh operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ), yang memberikan sentuhan manajemen air untuk petani di Desa Campurejo dan Desa Sukowati.
Melalui program corporate social responsibility (CSR), JOB P-PEJ memanfaatkan Sungai Bengawan Solo menjadi sumber air irigasi lahan pertanian di dua desa tersebut. Sehingga, dalam kurun waktu dua tahun, petani di dua desa itu mampu panen sebanyak lima kali, di samping panen palawija.
Adanya jaringan irigasi dari Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Campurejo sejak tahun 2004, maka pola tanam padi petani bisa diatur. Dimana jaringan irigasi yang dibangun HIPPA Campurejo ini merupakan bantuan dari program CSR JOB P-PEJ.
Ketua HIPPA Campurejo, Solihin, mengungkapkan, jaringan irigasi dari aliran Sungai Bengawan Solo menggunakan mesin diesel penyedot air berkekuatan 24 PK dengan pipa 6 dim untuk sistem delivery-nya. Mesin diesel penyedot dan jaringan pipa merupakan bantuan dari JOB P-PEJ.
Pembangunan jaringan irigasi itu sempat tersendat dan alot, karena saluran irigasi melintasi jalan alternatif penghubung Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.
“Namun mengingat manfaat besar bagi petani, sehingga dinas terkait, seperti Dinas Pengairan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat menyetujui program ini,” tandasnya.
Pembangunan jaringan irigasi itu hingga kini masih terus dikembangkan. Pengurus HIPPA Campurejo sedang melakukan pembangunan jaringan irigasi sepanjang 1 kilometer (KM). Jaringan irigasi tersebut nanti diharapkan mampu dimanfatkan untuk mengairi 54 hektare lahan pertanian di Desa Campurejo.
Di Desa Campurejo ada kurrang lebih 54 hektare lahan pertanian yang selalu menggunakan jaringan irigasi tersebut. Sedang di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas ada sekitar 18 hektare lahan pertanian memanfatkan jaringan irigasi ini. Sehingga sawah-sawah ini menjadi lahan pertanian teknis dengan produktivitas maksimal dalam setiap tahunnya.
Selain jaringan irigasi dari Sungai Bengawan Solo, HIPPA Campurejo juga sedang melakukan pembangunan sumur untuk lahan pertanian yang tak terjangkau saluran irigasi dari air baku Sungai Bengawan Solo.
“Bantuan CSR JOB P-PEJ ini mampu meningkatkan produksi tanaman petani,” kata Kepala Desa (Kades) Campurejo, Edi Sampurno.
Peningkatan produktivitas pertanian dan energi ini sejalan dengan slogan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang mentasbihkan daerahnya sebagai lumbung pangan dan energi negeri. Di ranah Bojonegoro diekspektasikan sektor pertanian dan sektor energi bisa seiring sejalan dan berkembang komplementer antara keduanya.
Tak hanya bantuan irigasi, JOB P-PEJ juga memberikan bantuan air bersih di wilayah ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban, di Desa Campurejo. Kabupaten Bojonegoro. Bantuan droping air bersih tersebut diberikan kepada warga Dusun Plosolanang dan Dusun Kepohagung. Warga di dua dusun tersebut jika musim men’s day sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Selain melakukan droping air bersih, JOB PPEJ juga memberikan bantuan sumur bor di 6 titik yang dikelola langsung warga masyarakat di kedua dusun tersebut. Hal itu seperti dilakukan JOB PPEJ kepada warga di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Tak tanggung-tanggung program CSR JOB P-PEJ telah menyentuh sendi dasar kebutuhan warga lokal, khususnya warga di kawasan ring 1 operasi JOB P-PEJ.(Ririn Wedia)