SuaraBanyuurip.com –Â Ahmad Sampurno
Blora – Bahaya kebakaran tampaknya mulai mengancam wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Terbukti, dalam satu hari telah terjadi insiden kebakaran di dua lokasi dengan waktu berbeda.
Kasubag Humas Polres Blora, AKP Sularno, menjelaskan, pada hari Kamis (8/9/2016), pukul 00.15 WIB gudang kayu milik Sukamat (44), warga Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, ludes dilalap si jago merah. Dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan oleh sambungan arus pendek. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp.300 juta.
Dalam upaya pemadaman api, korban dibantu oleh warga sekitar. “Warga turut membantu dalam menyelamatkan barang-barang berharga milik Korban,” katanya.
Sementara, di hari yang sama pada pukul 06.00 WIB, juga terjadi kebakaran yang menghanguskan rumah milik Rakiyanto (60), Desa Gadu, Kecamatan Sambong. Dari data yang dihimpun, empat rumah yang terbuat dari kayu tersebut hangus terbakar. Tiga rumah rata dengan tanah dan satu rumah hanya tersisa sebagian bagunannya.
Harta benda milik korban, hangus terbakar. Satu unit mobil dan tiga unit sepeda motor milik korban juga ludes. Kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp.300 juta. Dugaan sementara penyebab peristiwa yang menghanguskan empat rumah tersebut adalah korsleting listrik.
Dalam upaya pemadaman api, korban dibantu warga dan tiga pemadam kebakaran dari BPBD Blora, PPSDM Migas Cepu, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Namun saat mobil pemadam datang bangunan rumah sudah runtuh karena api begitu cepat menyambar. Satu jam kemudian api berhasil dipadamkan.
Sularno menjelaskan, peristiwa kebakaran tersebut bermula saat, Rokhani (80), ibu korban, berada di rumah sendirian. Saat itu berada dibelakang rumah sedang memberi makan ayam. Begitu masuk kedalam rumah, lanjut Larno, Rokhani menjumpai api telah berkobar dari Televisi kemudian menjalar ke sisi lain.
Menurutnya, Rokhani langsung berteriak meminta tolong kepada warga untuk memadamkan api. Namun naas, harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan. Hingga hampir pukul 7 pagi tiga unit pemadam kebakaran baru sampai ke lokasi untuk menjinakkan api.
Dari keterangan yang dihimpun oleh kepolisian, korban beserta anak dan Istrinya tidak ada di rumah. Kondisi Televisi, Kipas Angin, dan Charger HP masih tertancap pada sambungan listrik.
Sampai saat ini, lanjut dia, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Ams)