SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) belum bisa membuka harga tanah yang akan ditawarkan kepada pemilik lahan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk  pembangunan jalur pipa dan akses jalan proyek gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB).
“Soal harga tergantung tim dari appraisal. Kita menunggu itu,” kata Field Public & Government Affairs Superintendent PEPC, Edy Purnomo kepada suarabanyuurip.com di sela-sela penyerahan hewan kurban di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Sabtu (10/9/2016).
Karena alasan itu pula PEPC juga belum bisa memastikan apakah harga yang akan ditawarkan kepada pemilik lahan di Desa Mojodelik sama dengan harga tanah yang sudah dibebaskan di sejumlah desa yakni berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per meter persegi.
“Tim appraisal akan melihat kondisi tanahnya lebih dulu. Mulai dari kesuburannya, di lokasi ada bangunannya atau tidak, ada tanamannya atau tidak. Semua akan menjadi pertimbangan untuk menentukan harga,” ujar Edy menjelaskan.
Pascasosialisasi di Balai Desa Mojodelik beberapa hari lalu dilakukan verifikasi kelengkapan dokumen kemudian dilanjutkan pengukuran oleh oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro untuk menerbitkan peta bidang.
Sebagaimana diketahui, lahan yang akan dibebaskan di Desa Mojodelik seluas 6,1 hektar (bukan 61 hektar seperti yang ditulis sebelumnya). Lahan tersebut terdiri dari 55 bidang dengan 53 pemilik.(suko)Â