SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) yang beroperasi di Desa Remen, dan Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai beralih memproduksi BBM jenis Pertamax Ron 92 sejak minggu kedua bulan Agustus 2016 lalu. Peralihan ini lantaran area Surabaya dan sekitarnya membutuhkan pasokan Pertamax lebih banyak, pasca adanya kebijakan dari Pemerintah untuk menggunakan BBM nonsubsidi.
“Sejak pertengahan bulan Agustus 2016 lalu TPPI mulai memproduksi Pertamax 40 ribu barel per hari (bph),†kata General Manager PT TPPI Tuban, Masputra Agung, melalui pesan elektronik yang diterimasuarabanyuurip.com, Sabtu (10/9/2016).
Sementara ini jumlah rata-rata produksi Pertamax lebih sedikit dibandingkan jumlah produksi Premium 88 sebelumnya. Tercatat produksi Pertamax sebanyak 1,2 juta barel per bulan (Bpb), sedangkan produksi Premium 1,8 juta Bpb.
Masputra menjelaskan perubahan jenis produksi ini telah dirancang dua bulan sebelumnya. Saat itu Pertamina meminta TPPI untuk memproduksi Pertamax, kemudian penyalurannya dapat dikirim langsung ke Terminal BBM (TBBM) Tuban, maupun ke Surabaya via pipe line.
“Penyaluran via pipe line ini dapat membantu menurunkan import Pertamax dan biaya transportasinya,†imbuhnya.
Perubahan jenis produk ini ternyata sangat menguntungkan TPPI. Terhitung sejak diakuisisi Pertamina tahun 2015 lalu, kini secara perlahan image (citra) perusahaan plat merah itu semakin positif.Â
Sebagaimana diketahui, kilang TPPI yang aslinya adalah kilang Aromatics ternyata mampu menghasilkan produk Mogas yang di butuhkan Negara. Buktinya, selain memproduksi Premium 88, Pertamax 92, nantinya juga direncanakan memproduksi Pertalite.
“Untuk Pertalite saat ini masih dalam tahap evaluasi,†pungkasnya. (aim)