Tiga Kabupaten Ditawari Lelang Panas Bumi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tengah menawari tiga kabupaten, yaitu Bojonegoro, Nganjuk dan Madiun, Jawa Timur untuk ikut lelang pengelolaan panas bumi di Gunung Pandan.

Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan, sudah menerima surat dari Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM.

Pihaknya sudah melayangkan surat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dan Nganjuk untuk berkoordinasi soal energi panas bumi di Gunung Pandan dan Gunung Puru.

Lokasi Gunung Pandan dan Gunung Puru berada di areal Gunung Kendeng Selatan, dan berjarak sekira 50 kilometer arah selatan Kota Bojonegoro. Sedangkan Gunung Puru, berada di Kecamatan Gondang dan berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk.

“Untuk Gunung Pandan berada di tiga kabupaten, yaitu Bojonegoro, Nganjuk, dan Madiun,” kata Agus Supriyanto.

Sesuai lembaran disposisi dari Kementerian ESDM Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, pelelangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Pandan dilaksanakan pada 2016.

Surat ditujukan ke Gubernur Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, Nganjuk dan Madiun. Salah satu hal dalam surat tersebut adalah soal tata cara pelelangan WKP. Surat tersebut ditandatangani oleh Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Rida Mulyana.

Baca Juga :   Rekapitulasi Penghitungan Suara KPU Bojonegoro Molor

Gunung Pandan dan Puru, memiliki potensi tenaga panas bumi. Namun,  potensinya adalah sisa dari dua juta tahun silam yang kini mengecil.

“Jadi, tidak akan meletus,” imbuhnya.

Panas bumi di Gunung Pandan yang juga muncul Gunung Puru karena ada yang menerobos di sela-sela permukaan tanah. Terlebih, tanah di Pegunungan Pandan adalah lempung dan cenderung lembek. Batu yang menerobos akibat dorongan panas bumi ini muncul lantaran terjadi erosi di permukaan tanah.

Kemudian, batu yang disertai lumpur serta gas berbau belerang ini muncul ke sela-sela tanah lempung. Itu sebabnya, lumpur yang disertai gas kemungkinan besar muncul pada saat terjadi hujan deras. Penyebabnya adalah tanah di permukaan Gunung Pandan dan Puru yang erosi dan melorot ke bawah.

Dampaknya adalah mengelupasnya permukaan tanah pegunungan dan terjadi batu dari bawah menerobos ke atas. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *