SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga awal pekan bulan September 2016 masih dinyatakan aman dari kekeringan. Terbukti, sampai saat ini belum ada pengajuan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.
Pasalnya, musim kemarau saat ini adalah kemarau basah. Sesekali turun hujan, menjadikan sumur-sumur warga tidak sampai kering. Sehingga persediaan air dangan jumlah yang cukup.
“Pengajuan bantuan air bersih masih nihil,” kata Kepala Pelaksana BPBD Blora, Sri Rahayu.
Menurutnya, dimusim kemarau ini BPBD rutin melakukan pemantauan di desa-desa. Pada pekan pertama September tahun 2016, beberapa kali turun hujan di beberapa desa.
“Dengan turunnya hujan tersebut, air di sumur warga yang awalnya mulai berkurang menjadi bertambah lagi,” ungkapnya.
Diperkirakan, hujan masih akan turun lagi mengingat saat ini adalah musim kemarau basah. “Kalau masih turun hujan, berarti kekurangan air bersih tidak akan terjadi tahun ini,” ucapnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blora, tetap menyiapkan anggaran untuk menyediakan bantuan air bersih di wilayahnya. Namun, anggaran tersebut akan digunakan ketika terjadi darurat kekeringan seperti tahun 2015 lalu.
Untuk diketahui, pada September tahun lalu, sebanyak 110.340 jiwa penduduk Blora terdampak kekeringan. Mereka bermukim di 156 desa dan kelurahan yang tersebar di 14 dari 16 kecamatan di Blora.
“Mudah-mudahan, tahun ini tidak ada kekeringan,’’ harap Sri Rahayu. (ams)