SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), menyampaikan, meskipun Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk pembelian gas, namun perusahaan negara tersebut menginginkan harga lebih rendah.
“Saat ini, PLN masih negoisasi terkait harga,” ujar Public and Government Affair Manager PEPC, Abdul Malik, Selasa (13/9/2016).
Meskipun demikian, ada kemungkinan PLN tetap menyerap gas dari lapangan tersebut apa ada kecocokan harga. Dalam kesepakatan sebelumnya, PLN berencana membeli 95 juta standar kaki kubik (mmscfd) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).
Berdasarkan perhitungan rencana pengembangan wilayah (Plan of Development/PoD) lapangan Tiung Biru pada tahun 2012, harga dari Pertamina sebesar US$ 8 dengan eskalasi 2 persen per mmbtu.
“Tidak hanya PLN, Pupuk Kujang Cikampek (PKC) juga masih dalam pembahasan. Karena PKC menginginkan harga yang lebih rendah, yakni US$ 7 per mmbtu,” pungkasnya. (Rien)