SuaraBanyuurip.com –Â Ahmad Sampurno
Blora – Ratusan kader Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Blora, Jawa Tengah sempat melakukan blokade gerbang masuk Hotel Arra Cepu, tempat berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Golkar Blora, Kamis (15/09/2016).
Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya pengurus dari DPD I Jawa Tengah (Jateng) ke lokasi Musda. Semua mobil yang hendak masuk, dilakukan pemeriksaan oleh kader Golkar yang saat itu melakukan aksi Blokade.
Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com menyebut, sebelum aksi blokade juga sempat terjadi gesekan antara kader Golkar yang tidak mendapat udangan dengan personel keamanan Partai Golkar di halaman Hotel. Massa yang diketahui barisan pendukung Siswanto serta Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus DPD II Blora yang tidak mendapat undangan, menyatakan menolak dengan hasil Musda Golkar tersebut.
Karena ditengarai tidak mematuhi Juklak dan Juknis dari DPD I Jawa Tengah serta tidak mentaati hukum organisasi. Tiga PK yang tidak mendapat undangan dari panitia adalah PK Tunjungan, PK Jepon dan PK Doplang. Padahal, dari PK tersebut memiliki hak suara dalam pemilihan.
“Kami melakukan aksi ini untuk menegakkan hukum organisasi. Disini ada ratusan kader yang tidak diperbolehkan masuk dengan alasan tidak mendapatkan undangan,” kata, Mulgiyanto Koordinator Aksi.
Menurutnya, banyak AD/ART dari wilayah yang dilanggar oleh pengurusan sekarang ini. Salah satunya, yang mempunyai hak suara adalah PK lama yang ber-SK tahun 2010.
“Tapi kenyataannya yang diundang adalah PK abal-abal,” kata pria berkacamata ini.
Artinya, lanjutnya, ini sudah berada diluar aturan dari Partai Golkar. Selain itu juga ada masalah lain yang dilanggar. “Diantaranya musyawarah ditingkat kecamatan,” ujarnya.
Seharusnya, menurut dia, musyawarah tingkat kecamatan itu dilakukan setelah dilaksanakannya musyarah tingkat kabupaten (Musda).
“Tapi ternyata ada beberapa kecamatan yang itu di Muscam-kan. Sekitar ada 9 PK yang di Muscamkan,” kata dia.
Dia menganggap, Golkar Blora itu semakin menurun. Sehingga pihaknya ingin adanya perubahan di tubuh pohon beringin tersebut. “Dengan mencalonkan tokoh Muda (Siswanto), dengan harapan ada perubahan lebih baik untuk kedepannya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Siswanto juga turut memimpin jalannya aksi dari para kader Golkar. Pihaknya meminta semua kader Golkar, baik dari pengurus DPD II, organisasi sayap, serta PK, bisa masuk ke dalam ruang Musda.
Terpisah, Kusnanto, Sekretaris Partai Golkar DPD II Blora, menanggapi tiga PK yang tidak diundang oleh panitia. Karena yang menjadi pokok persoalan protes para kader adalah tidak diundangnya mereka dalam Musda.
“Mereka tidak diundang karena berdasarkan usulah dari Pengurus Desa (PD),” kata dia.
Menurutnya, tiga PK yang dimaksud tersebut tidak memperhatikan pengurus yang ada di desa. Sehingga, lanjut dia, tiga PK tersebut tidak mendapatkan undangan.
“Mereka sudah tidak dianggap lagi,” terang Kusnanto. (ams)