SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Suhu udara saat ini di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sesuai alat pengukur mencapai 44,5 derajat celsius. Hal ini telah membuat masyarakat merasakan panas dan kegerahan luar biasa.
“Panasnya sudah seperti di Mekkah, Arab Saudi, apa tidak ada solusi dari pemerintah,” keluh warga Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Yusefinia, Sabtu (17/9/2016).
Wanita berhijab ini mengaku, untuk mengurangi panas yang ada di sekitar rumahnya, terpaksa menyiramkan air secara rutin. Karena, dengan disiram air selain udara panas berkurang, juga mengurangi debu.
Sementara pegiat lingkungan, Turmudzi, mengatakan, beberapa penyumbang panas diantaranya kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi (Migas), penumpukan kotoran hewan, penumpukan sampah, cerobung sepitank, limbah tahu, tempe, cerobong pabrik, pembakaran batu bata dan lain sebagainya.
“Jangan hanya berkeluh kesah, kita harus ikut peduli dengan lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Terpisah, selaku Kabid Pengkajian dan Laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Hari Susanto, mengatakan, cuaca panas sekarang ini disebabkan menipisnya lapisan ozon.
“Lapisan ozon sudah mulai menipis, pemerintah kabupaten (Pemkab) juga telah berupaya melakukan penghijauan,” tandasnya.
Penipisan lapisan ozon terjadi dikarenakan, banyaknya volume kendaraan yang ada di bumi. Karbon monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan dapat merusak lapisan ozon.
Penyebab lainnya adalah penggundulan hutan secara besar-besaran, serta asap yang dihasilkan oleh pabrik juga amat sangat berpengaruh dalam memperparah kerusakan lapisan ozon.
Menurut Hari, suhu nyaman bagi manusia di area tropis mencapai 32 – 35 derajat celsius, dengan kelembapan udara mencapai 60 – 65 persen. (Rien)