SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
 Tuban – Seorang pemilik lahan Supardi, asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang lahannya diplot menjadi jalur ring road atau Jalur Lingkar Selatan (JLS) menolak tawaran harga dari appraisal. Penolakan tersebut lantaran penawaran harga lebih rendah dibandingkan desa lain.
“Dari seluruh desa yang terkena jalur ring road, harga lahan di Desa Tegal Agung paling rendah sendiri,” kata Supardi, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (20/9/2016).
Harga yang ditawarkan appraisal paling rendah Rp 162.000 per meter, untuk harga paling tinggi Rp 192.000 permeternya. Sementara di desa lain harga paling rendah diatas Rp 200 ribu. Ditambah harga pohon di desa lain juga banyak yang dibeli dengan harga tinggi di bandingkan di Desa Tegal Agung.
Parjo sapaan akrabnya menilai serupa harga pohon sewalan, jika di desa lain dengan ukuran yang sama dibeli Rp 500 ribu per pohon, namun di Desa Tegal Agung hanya dibeli dengan harga Rp 100 ribu perpohon.
Hal ini yang menjadikan pemilik lahan enggan melepasnya untuk proyek Nasional.
Realitas tersebut apabila dinilai dari segi Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) di Desa Tegal Agung lebih tinggi dibanding dengan desa yang lain di Kecamatan Semanding.
“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan,” pintanya.
Meskipun Komisi A hari Senin (19/9) kemarin memediasai persoalan ini, pihaknya belum dapat memberikan kepastian soal selisih harga tawar dari appraisal.
“Hasil mediasi ini nanti akan kami sampaikan ke ketua komisi untuk ditindaklanjuti,†sambung anggota Komisi A, Kristiawan.
Diberitakan sebelumnya, sejak tahun 2014 Pemda Tuban terus melakukan pembebasan lahan untuk proyek Nasional ring road. Akan tetapi, rumitnya regulasi menjadikan Pemda tidak dapat memutusakan harga tanpa ikut serta tim appraisal.
Hingga kini data yang dihimpun dari Desa Tegal Agung, tercatat sebanyak 12 orang pemilik tanah merasa keberatan melepas tanahnya. Pemilik lahan sepakat melepas lahannya, apabila ada kesetaraan harga yang ditawarkan dengan desa lainnya. (Aim)