SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang tergabung dalam forum Rahayu Mabuk Akibat Dampak Pencemaran (Rabuk Ampera) berencana menggelar aksi turun jalan pada hari Rabu (21/9) besok. Aksi perdana dari forum tersebut lantaran belum adanya kesepakatan kompensasi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Sesuai kesepakatan forum aksi akan digelar mulai pukul 08:00 WIB, dengan start dari Balai Desa Rahayu,” kata perangkat Desa Rahayu, Sutikno, melalui surat pemberitahuan aksi yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Selasa (20/9/2016).
Aksi yang melibatkan 500 massa nantinya akan fokus pada dua titik, pertama Tapak Sumur Pad A dan Pad B Lapangan Mudi, Blok Tuban yang di operatori Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Adapun susunan pengurus aksi meliputi Ketua Kamsiadi, Wakil Ketua Partikin, Sekretaris Warsito, Bendahara Zainuri. Untuk Koordinator Lapangan (Korlap) ada delapan orang meliputi, Kalil, Mustajab, Suwandi, Kasmuri, Suratman, Tamuji, Marsudi, dan Sanuli.
Untuk oratornya melibatkan delapan orang yakni, Sa’roni, Mujiono, Sauji, Syahuri, Sukir, Mujiyono, Wasito, dan Sukiran. Sedangkan pihak negosiator akan dibackup oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Rahayu, BPD, Tarmuji, Muhamad Sholihin, dan Sa’roni.
“Kami akan menggelar aksi beruntun selama kompensasi akibat dampak flare 2016 belum cair,” ancamnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Rahayu sempat membentuk forum Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar). Akan tetapi belum juga ada kepastian soal kompensasi, sehingga kini sesuai kesepakatan forum warga diganti namanya menjadi Rabuk Ampera. (Aim)