SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), maupun operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) serentak menyatakan kalau tidak ada kebocoran pipa minyak miliknya menuju Floating Storage Offloading (FSO) di laut utara Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Keyakinan tersebut berdasar pada normalnya jumlah produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) saat ini.
“Tak ada kebocoran pipa minyak kami, sehingga operasi produksi Lapangan Banyu Urip EMCL berlangsung normal,” kata Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Kamis, 22 September 2016.
Untuk produksi Blok Cepu saat ini mencapai 185.000 barel per hari (Bph). Jumlah tersebut menurut Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menjadi tumpuan produksi Migas di Jabanusa.
Senada informasi dari Field Admint Superintendent JOB PPEJ, Akbar Pradima. Dia mengaku mendapat laporan pagi tadi, Rabu (21/9/2016) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban kalau ada tumpahan minyak di perairan laut utara Palang.
Pasca dicek oleh tim ternyata tidak menemukan adanya ceceran minyak sebagaimana yang disebut. Saat ini proses operasional JOB P-PEJ juga tidak ada gangguan apapun.
“Seandainya ada tumpahan minyak pastinya bukan dari pipa milik JOB P-PEJ menuju FSO Cinta Natomas,” sambungnya.
Informasi yang dihimpun suarabanyurip.com di lokasi, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Palang selama dua hari terakhir tidak memperoleh laporan masuk soal ceceran minyak. Selain itu, security stasiun pipa minyak Palang milik EMCL dan JOB P-PEJ mengaku tidak ada satupun nelayan yang melaporkan adanya tumpahan minyak tersebut.
Bahkan dugaan yang berkembang di sekitar stasiun pipa minyak Palang menyebut, kalau si penyebar isu sengaja memancing kepanikan manajemen perusahaan. Nelayan berinisial SKJ, Desa Karangagung, dikenal sebagai tukang protes dan penyebar isu, sehingga bagi security yang pengalaman pastinya memilah informasi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Camat Palang, Sugeng Winoto, mengaku mendapatkan laporan dari nelayan adanya ceceran minyak mentah. Ceceran tersebut berada sekitar 1,5 mil dari bibir pantai Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Minyak dikabarkan telah meluas sekitar 1 kilometer dan memanjang sampai 5 kilometer. (Aim)