Belum Ada Permintaan Air ke Disnakertransos

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Meski memasuki musim kemarau, tahun ini permintaan air bersih ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos), Bojonegoro, Jawa Timur mulai banyak berkurang. Hal ini disebabkan, banyaknya instansi yang memberikan bantuan air bersih serta program pemerintah untuk antisipasi kekeringan.

“Hanya satu yang mengajukan, yaitu Pondok Pesantren Abu Dharin di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro, Dwi Harningsih, Kamis (22/9/2016).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, Disnakertransos mengirimkan dua tangki air bersih. Dengan masing-masing tanki berkapasitas 5.000 liter. Dari laporan yang diterima, sumber air bersih dari sumur tengah mengering.

“Kebutuhan air bersih dimanfaatkan untuk para santri yang menginap,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sukirno menyampaikan, belum menerima permohonan air bersih dari warga.

“Meski begitu, masing-masing kecamatan mengajukan daerah rawan kekeringan,” tukasnya.

Sesuai pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 63 desa yang tersebar di 14 kecamatan yang melapor daerahnya rawan kekeringan. Antara lain, Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Ngasem, dan Tambakrejo. (Rien)

Baca Juga :   Sekda Tuban Dikabarkan Wafat

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *