SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Jawa Timur mencatat hingga kini sudah ada tiga jamaah haji yang meninggal di tanah suci. Dua jamaah haji yang baru meninggal tersebut, berasal dari embarkasi Surabaya sub kloter 46 dan 47.
“Catatan terakhir ada tiga jamaah haji asal Tuban yang meninggal,†kata Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Haji dan Umroh, Kemenag Tuban, Siti Maulidiyah, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/9/2016).
Dua jamaah haji yang baru dilaporkan meninggal yakni, Musriah (82) warga Beji, Kecamatan Jenu Tuban kloter 46, dan Abdul Halim (74) warga Sugiharjo, Kecamatan Kota kloter 47.
Penyebab meninggalnya Musriah lantaran usia lanjut, sedangkan Abdul Halim yang sebelumnya memiliki riwayat sakit sesak napas kambuh usai menjalankan ibadah. Akhirnya dua jamaah tersebut langsung dimakamkan di tanah suci.
“Sebelum berangkat Abdul Halim memiliki riwayat sakit sesak, dan selalu mendapatkan  pantauan dari tim medis kami disana,†Imbuhnya.
Pasca menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menginformasikannya kepada keluarga. Saat itu pula kerabat jamaah haji, juga sudah datang ke kantor Kemenag untuk memastikan informasi tersebut.
“Kami sudah menginformasikan dan tadi keluarganya juga sudah kesini,†tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, satu jamaah haji Kloter 46 atas nama Kadi Sanggem Suro bin Suro, asal Desa Sumur Geneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban sekitar pukul 02:30 WIB waktu setempat dinyatakan meninggal. Meninggalnya jamaah tersebut setelah perjalanan ibadah dari Musdolifa ke Mahtab Mina.
Untuk jumlah CJH kloter 46 ada 346 orang, sedangkan kloter 47 ada 443 orang. Kedua kloter ini secara berurutan berangkat dari Pendapa Krida Manunggal tanggal 26 dan 27 Agustus 2016 lalu. (Aim)