SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang energi, PT Pertamina telah menetapkan lima strategi prioritas untuk menghadapi lesunya harga minyak dunia sekarang ini. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan Pertamina sebagai “the true economic powerhouse†yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional.
“Lima strategi tersebut untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi di Indonesia,” kata Field Manager Pertamina Eksplorasi (EP) Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (29/9/2016).
Di tengah tantangan besar yang dihadapi, di antaranya akibat penurunan harga minyak dunia dalam setahun terakhir, Pertamina terus melakukan langkah-langkah proaktif. Dimana manajemen telah menetapkan lima strategi prioritas yang terdiri dari pengembangan sektor hulu, efisiensi di semua lini, peningkatan kapasitas kilang dan petrokimia, pengembangan infrastruktur dan marketing, dan perbaikan struktur keuangan.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa anjloknya harga minyak dunia berpengaruh terhadap pendapatan di sektor hulu. Tantangan harga crude oil dunia yang sedang lesu tersebut tidak bisa dikontrol, dan tidak perlu diperdebatkan.
“Hal tersebut dipicu oleh tatanan geopolitik dan ekonomi global yang berada di luar jangkauan,” ujar Agus, mengungkapkan.
Menyikapi hal ini, di sektor hulu sejumlah upaya telah dilakukan Pertamina di antaranya melakukan cost effectiveness, mengoptimalkan aset dan menciptakan nilai tambah. Selain itu juga melalui pengelolaan sumber daya, cara pandang yang terintegrasi, mengembangkan proyek-proyek yang profit-driven, mengembangkan teknologi yang terbaik dan tepat untuk kemajuan perusahaan.
“Termasuk di dalamnya penguasaan teknologi Improved Enhanced Oil Recovery dan lepas pantai,” tambahnya.
Dalam hal pencarian cadangan baru, serta di tengah melemahnya harga minyak dunia Pertamina tetap giat dalam kegiatan eksplorasi dan berhasil menambah temuan sumber daya (2C) Migas. Temuan 2C tersebut hasil pemboran eksplorasi & deliniasi sebesar 238,06 MMBOE (minyak 93,98 MMBO & gas 834,73 BSCF).
Hasil ini telah melewati target yang ditetapkan. Temuan terbesar berasal dari lapangan PHE (Tomori dan Nunukan) serta PEP (Puspa Asri & Jati Asri). Penambahan cadangan (P1) migas hasil Plan Of Development (POD), Put on Production (POP) & re-assesment cadangan existing sebesar 46,22 MMBOE (minyak 18,33 MMBO & gas 161,64 BSCF). (aim)