SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Tingginya konsumsi Bahan Bahan Bakar (BBM) oleh masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat satu usaha Pertamini mampu menghabiskan 400 liter BBM saban harinya. Usaha baru ini kian menjamur dan sudah menyebar di dua kecamatan.
“Ide mendirikan Pertamini itu muncul dari anaknya yang bekerja di Bojonegoro,” kata salah seorang pemilik Pertamini di Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan, Imam (51) kepada suarabanyuurip.com, Kamis (29/9/2016).
Anak Imam saban hari pulang pergi kerja melihat geliat bisnis pertamini untuk melayani konsumen bak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ketika modal cukup, pihaknya bertekad mendirikan usaha pengganti penjualan BBM eceran tersebut.
Imam menjelaskan, menjual BBM eceran dengan menggunakan mesin elektrik Pertamini lebih menarik ketimbang dengan botol dan corong. Itu sebabnya, banyak konsumen dari desa sekitar yang terus bertambah tiap harinya.
“Selain menarik penjualannya lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.
Meskipun Pertamini miliknya baru beroperasi beberapa bulan yang lalu, pihaknya sudah melibatkan warga sekitar untuk menjadi karyawannya. Kondisi inilah yang semula diharapkannya mampu membuka peluang kerja bagi tetangganya.
“Mulai beroperasi jam 5 pagi sampai 10 malam. Setiap hari menghabiskan 400 liter BBM,” tambahnya.
Serupa yang disampaikan pemilik Pertamini di Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, Bu Darmono. Dia mengaku senang mengoperasikan alat elektrik pada Pertamininya. Selain tidak ribet, konsumen pun senang sebab takarannya PAS.
“Menjual BBM lebih cocok dengan pertamini yang baru didirikan suaminya dari pada dengan botol,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi, selain di Kecamatan Bangilan Pertamini juga dapat dijumpai di DesaTuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak jalur utama menuju pabrik PT Semen Indonesia (SI). (aim)