SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sepertinya menyambut positif batalnya rencana pemerintah melakukan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 Oktober 2016 hari ini.
“Baca berita katanya ada kenaikan solar, tapi kok tadi waktu beli di SPBU harganya masih sama,” ujar Nunung (40), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (1/10/2016).
Menurutnya, pemerintah mempunyai alasan tertentu untuk menaikkan ataupun menurunkan harga BBM. Meski demikian, tetap menyambut postif kebijakan pemerintah.
“Inginnya ya tidak usah naik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kenterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk membatalkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan kenaikan untuk bahan bakar jenis Solar.
Sebelumnya, harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut direncanakan turun‎ Rp300 per liter. Hal ini setelah pemerintah melakukan koordinasi lintas sektor terkait evaluasi harga BBM tiga bulanan.
Untuk menentukan harga BBM periode 1 Oktober 2016, pemerintah mempertimbangkan aspek kemampuan keuangan negara dan situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, serta ekonomi riil dan sosial masyarakat.
“Dengan mempertimbangkan‎ aspek tersebut, pemerintah menetapkan tidak ada perubahan harga jual jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan,” ujarnya seperti dikutip dalam laman resmi esdm.go.id.
‪Dengan demikian, harga jual jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan terhitung mulai 1 Oktober 2016 pukul 00.00 WIB sebagai berikut.
1. Minyak tanah Rp2.500 per liter
2. Solar bersubsidi Rp5.150 per liter
3. Premium Rp6.450 per liter.
‎Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, harga BBM jenis premium mulai 1 Oktober 2016 akan turun dari Rp6.450 per liter menjadi Rp6.150 per liter. Sedangkan untuk harga BBM jenis solar, akan mengalami kenaikan Rp600 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp5.750 per liter.(Rien)