SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) menggelar sosialisasi program Pelatihan Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kegiatan Pengelolaan Akses Air Bersih di Balai Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/10/2016).
Hadir dalam acara adalah Kepala Desa (Kades) Jatimulyo, Teguh Widarto, Perangkat Desa, pengurus BUMDes, perwakilan PEPC Edi Arto, Wulan Purnamawati, LSM IDFos, dan anggota Polsek Tambakrejo.
Dalam program tersebut PEPC menggandeng LSM Institute Development of Society (IDFoS) untuk sebagai pendamping program.
Dalam sambutannya, Kades Jatimulyo Teguh Widarto, mengatakan, bantuan program pertama yang diberikan PEPC di Desa Jatimulyo adalah dua buah sumur, dua toren (penampungan air bersih), dan 10 sambungan rumah (SR)
“Alhamdulillah tahun ini Jatimulya mendapat bantuan lagi meski tidak berupa uang, material tetapi berbentuk ilmu. Yakni Pelatihan Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kegiatan Pengelolaan Akses Air Bersih,” kata Teguh Widarto.
Hakikatnya dalam program yang akan diberikan lagi ini adalah sebagai perwujudan ikatan baik antara Pemerintah Desa (Pemdes) Jatimulyo dengan PEPC.
“Dari bantuan pertama dua buah sumur dan toren juga 10 SR berjalan semua dengan baik. Bahkan meski awal harus melewati perjalan sulit sekarang sudah berkembang menjadi menjadi empat sumur dan 291 SR,” jelasnya.
“Untuk satu sumur belum berfungsi karena belum ada jaringan listriknya,” lanjutnya.
Perwakilan PEPC, Edi Arto, mengatakan, bahwa program yang akan diberikan PEPC tahun ini di Desa Jatimulyo adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PEPC. Selain itu, program yang akan kembali diberikan ini merupakan kelanjutan program bantuan air bersih pada tahun 2014 untuk dikembangkan lagi.
“PEPC tetap komitmen dan berupaya terus berkontribusi melalui program untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di sekitar wilayah kerjanya,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, PEPC menggandeng LSM IDFos sebagai pendamping programnya. Dia mengapresiasi bahwa dari bantuan awal 10 SR mampu berkembang menjadi 291 SR sangat luar biasa.
“Karena tidak mudah untuk mewujudkan jika tidak ada kepedulian bersama,” ucapnya.
“Ini baru tahapan sosialisasi dan belum pelaksanaan,” sambung Rizal, LSM IDFoS.(Sam)