SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pencairan bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk pelajar tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  baru terealisasi 48 persen. Penyebabnya, masih banyak pelajar yang belum terdata.
Sesuai data dari Dinas Pendidikan Bojonegoro, untuk tingkat SMP dan SMA sebanyak kurang lebih 20.000 pelajar menerima pencairan KIP. Sementara tingkat SD kurang lebih 16.000. Pencairan rata-raya sebesar Rp700.000 tiap anak.
Hanafi mengaku, selama ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sekolah terkait keberadaan KIP, sehingga bagi siswa yang memiliki KIP bisa langsung dilaporkan. Sementara bagi yang belum memiliki bisa segera mengurus.
“Kami berupaya semua pemilik KIP bisa segera dilaporkan dan mendapatkan dana dari program Kemendikbud ini,” imbuhnya.
Menurutnya, bagi pelajar yang belum memiliki KIP secara otomatis tidak akan mendapatkan bantuan dana. Namun, pihaknya masih mencari jalan keluar atas masalah ini.
“Kita upayakan semua penerima manfaat memiliki KIP,” tukasnya.
Belum ada pernyataan pasti, mengapa hingga kini belum semuanya pelajar memegang KIP. Padahal, Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014.(rien)