SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pasca melakukan penyisiran Sungai Bengawan Solo selama empat jam, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Kepolisian Resort (Polres) Tuban, dan Lamongan, Jawa Timur, menghentikan pencarian tujuh santri Pondok Pesantren (P0npes) Langitan yang tenggelam. Selain waktu sudah mendekati petang, tim penyelam juga tidak dapat diterjunkan karena arus sungai deras.
“Pencarian tujuh santri Ponpes Langitan yang tenggelam sore ini masih nihil,†kata Kabid Kesiapsiagaan Bencana dan Logistik, BPBD Tuban, Syaefudin, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkat, Jumat (7/10/2016).
Saat ini Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono masih melakukan evaluasi bersama tim di kantor Kecamatan Widang. Untuk perkembangan selanjutnya menunggu hasil evaluasi, sekaligus asesment dari Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas).
“Nanti akan kami sampaikan ke media setiap kali ada perkembangan pencarian korban,†imbuhnya.
Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com di lokasi, ada lima perahu pencari yang diterjunkan ke sungai terpanjang di palau jawa tersebut. Meliputi, tiga perahu boat milik BPBD dan Polres, dan dua perahu tradisional milik warga setempat.
Pencarian dimulai sejak pukul 14:00 WIB, dan masing-masing perahu menyisir sungai hingga radius dua kilo meter dari titik tenggelamnya korban. Pemerintah Desa (Pemdes) yang  dekat dengan sungai juga diminta memantau, untuk mempercepat pencarian.
Sejak munculnya kabar tenggelamnya tujuh santri, hingga petang masyarakat masih banyak yang berduyun-duyun di tepi sungai sembari melibat tim menyisir sungai. Selain BPBD dan Polres Tuban, Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban juga terjun ke lokasi.
Hingga saat ini, 18 santri yang selamat serta pemilik perahu tradisional masih berada di Polsek Babat. Sedangkan untuk perahunya telah diamankan di tanggul Babat. Pada bagian mesin kemudi telah diberikan tanda garis polisi (police line). (Aim)