Dua Korban Kembali Ditemukan

korban tenggelam

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Jumlah korban tenggelam yang berhasil ditemukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, dibantu oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas), dan Polisi Air (Polair) Polda Jawa Timur, terus bertambah, Sabtu (8/10/2016). Kali ini, dua korban berhasil ditemukan juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Sementara sudah tiga orang,” kata  Kepala Search And Rescue (SAR) Surabaya, Muhammad Arifin kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (8/10/2016). 

Penemuan dua mayat korban ini tidak berselang lama dari penemuan korban pertama. Korban pertama ditemukan pada pukul 15.45 WIB. Kemudian korban ke dua dank e tiga ditemukan pada pukul 16.00 WIB.

Kedua mayat korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama yakni 1,5 kilo meter dari lokasi tergulingnya perahu.

“Lokasinya dekat dengan penemuan pertama. Di timur jembatan babat,”  tegas Arifin.

Saat ini ketiga mayat korban dibawa ke Puskesmas Karang, Kecamatan Babat, untuk disucikan dan dilakukan identifikasi oleh tim Disasster Victim Identification (DVI)  Polda Jatim guna mengetahui identitasnya.

Baca Juga :   Jembatan Mbang Rombang Rawan Kecelakaan

“Masih belum diketahui identitasnya. Proses identifikasi masih berlangsung,” ucap Arifin.

Proses pencairan korban lainnya masih terus berlangsung. Pencairan difokuskan di sekitar penemuan korban.

Dengan penemuan tiga korban ini, masih ada empat santri Pesentran (Ponpes) Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, yang belum ditemukan.  Ketujuh santri itu tenggelam di Sungai Bengawan Solo saat menaiki perahu tradisional menuju Pasar Babat.

Ke tujuh santri Ponpes Langitan yang tenggelam itu adalah Abdullah Umar asal Kecamatan Bedilan, Kabupaten Gresik, Muhammad Afiq Fadlil asal Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Mohamad Barikrly Amry asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Muahmmad Arif Mabruri asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Lainnya, Muhsin asal Desa Pacar Kembang, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Rizki Nur Habib asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, kemudian Lujaini asal Desa Ganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Lamongan.

Tim gabungan melakukan penyisiran sejak kemarin, dan baru berhasil menemukan satu korban karena kondisi cuaca buruk. Di wilayah setempat diguyur hujan deras sehingga membuar arus sungai semakin deras.(aim)

Baca Juga :   Sebut Mandor Terima Semua Biaya

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *