Penemuan Korban Undang Perhatian Warga

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban  – Penemuan sementara tiga korban tenggelam menjadi semangat tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, dibantu oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas), dan Polisi Air (Polair) Polda Jawa Timur, untuk terus melakukan pencarian korban lainnya.

Meski saat ini wilayah Widang, Kecamatan Tuban, dan Babat, Lamongan, masih diguyur hujan, mereka tetap melakukan pencarian. Karena masih ada empat santri Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan , Widan, yang masih belum ditemukan.

“Pencarian akan terus kita lakukan sampai petang. Mohon doanya semoga korban lainnya bisa segera ketemu,” kata  Kepala Search And Rescue (SAR) Surabaya, Muhammad Arifin kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (8/10/2016). 

Dari pantauan, masyarakat masih berduyun-duyun memdati bibir Sungai Bengawan Solo yang menjadi lokasi pencarian. Antusias masyarakat semakin bertambah ketika tim gabungan berhasil menemukan tiga korban.

“Ingin tahu, kabarnya sudah ada korban yang ditemukan,” ujar Wati, warga Babat saat melihat proses pencarian korban.

Ketiga korban ditemukan di jarak 1,5 kilo meter dari lokasi perahu tenggelam. Tepatnya di sebelah timur Jembatan Babat.

Baca Juga :   Ditemukan Lingga Yoni di Sekitar Lokasi

Identitas ketiga korban belum diketahui. Tim Disasster Victim Identification (DVI)  Polda Jatim masih melakukan identifikasi.

Sebagaimana diketahui, ada tuhjuh santri Ponpes Langitan yang tenggelam saat menyeberang menuju Pasar Babat menggunakan perahu.  Ke tujuh santri Ponpes Langitan yang tenggelam itu adalah Abdullah Umar asal Kecamatan Bedilan, Kabupaten Gresik, Muhammad Afiq Fadlil asal Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Mohamad Barikrly Amry asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Muahmmad Arif Mabruri asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Lainnya, Muhsin asal Desa Pacar Kembang, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, Rizki Nur Habib asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, kemudian Lujaini asal Desa Ganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Lamongan. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *