SuaraBanyuurip.com – Ali Tuban
Tuban – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban santri Ponpes Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang tenggelam saat menaiki perahu pada hari Jumat (7/10/2016) lalu. Korban terakhir yang ditemukan pukul 03:10 WIB bernama Mohammad Arif Mabruri (19), asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
“Alhamdulillah semua korban sudah ketemu, dan terakhir penemuannya dini hari tadi,” kata Manajer Pusdalops BPBD Tuban, Frans Supriyadi, kepada suarabanyuurip.com melalui sambungan teleponnya, Minggu (9/10/2016) dini hari.
Jenazah korban ditemukan di titik 1,35 Kilo Meter dari tergulingnya perahu. Jenazah kemudian langsung dibawa ke puskesmas Babat, Kabupaten Lamongan untuk diidentifikasi.
Sesuai informasi dari tim DVI Polda Jatim, semua identitas korban sudah diketahui. Rinciannya, santri yang ditemukan pertama M Barikly Amri (12), asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Tim SAR menemukannya di jarak 1,5 km dari titim awal tenggelam.
Kemudian disusul santri kedua dan ketiga secara bersamaan yakni, Risky Nur Habib (15), asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, dan
M Afiq Fadil (19), asal Bulak Paren, Kecamatan Bula Kamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Keduanya ditemukan persis sebelah timur jembatan Babat.
Korban keempat Abdullah Umar (15), asal Kelurahan Bedilan, Kabupaten Gresik. Penemuannya pas waktu petang pukul 17:45 WIB, tepatnya di sebelah baray jembatan di jarak 300 meter dari titik awal tenggelam.
Korban kelima Lujani Dani (13), Desa Penganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Ditemukan tepat di titik awal jembatan penyeberangan penambanhan Slawe, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang.
Santri yang ditemukan keenam Muhsin (16), asal Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Korban ini ditemukan tim SAR tepat di bawah jembatam penyeberangan Babat.
Penemuan terakhir, Mohammad Arif Mabruri (19), asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
“Kami masih melakukan evaluasi untuk data lengkapnya akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Diinformasikan sebelumnya, pada hari Jumat (9/10/2016) kemarin, sebanyak 24 santri Ponpes Langitan berangkat ke pasar Babat menggunakan perahu tradisional. Pada waktu kembali lantaran perahu melebihi kapasitas, akhirnya perahu tenggelam dan tujuh santri dinyatakan hilang. (aim)