SuaraBanyuurip.com – Edi Supraeko
Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap program kampung hijau yang sudah dilaksanakan Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Tropis Indonesia di enam desa di wilayahnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Karena itu karang taruna dan pemerintah desa harus mengelolanya dengan baik,” pesan Camat Gayam, Hartono pada penutupan Program Kampung Hijau di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan, Rabu (12/10/2016).
Dalam program ini enam desa yang menjadi sasaran mendapatkan bibit tanaman hortikultura dan buah-buahan seperti srikaya jumbo, mangga manalagi dan gladakan pecut.
“Seperti Srikaya Jumbo dengan buah yang besar, selain salah satunya berfungsi menetralisir sinar radiasi ultraviolet bila ditanam di pekarangan rumah, juga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ucap Hartono memberikan contoh.
Program Kampung hijau dimulai sejak tahun 2014 yaitu dengan memberikan bantuan bibit tanaman holtikultur dan buah-buahan. Program ini dilaksanakan di enam desa yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Sudu, Ngraho dan Brabowan.
Jumlah bantuan bibityang sudah digelontorkan sebanyak 1.700 bibit. Rinciannya, pohon srikaya jumbo 400 bibit, Mangga Manalagi 1.200 bibit dan Gladagan Pecut sebanyak 100 bibit.
“Hari ini kami juga memberikan bantuan bibit tanaman kepada enam desa. Pendistribusiannya akan kita koordinasikan dengan masing-masing kepala desa,”sambung Musydad.
Perwakilan EMCL Ichwan Arifin menambahkan, program kampung hijau yang sudah dilaksanakan ini perlu adanya dukungan secara berkelanjutan dari pemerintah desa (Pemdes), karang taruna, dan masyarakat.
“Agar nantinya tanaman yang ditanam berbuah dan hasilnya bisa dinikmati bersama oleh masyarakat di kemudian hari,” pesan Ichwan.
Diakhir acara dilaksanakan penanaman pohon secara simbolis di Halaman Kantor Kecamatan Gayam,oleh Camat Gayam dan di dampingi perwakilan EMCL dan Direktur Tropis Indonesia.(edi)