Usulkan Tirto Tinoto Jadi Percontohan Nasional

Hippa terto tinoto

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian mengusulkan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirto Tinoto asal Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi percontohan Nasional. Hippa yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo ini dinilai mampu berinovatif dalam meningkatkan produksi padi.

“Tahun ini Hippa Tirto Tinoto akan kami usulkan untuk kompetisi Hippa Nasional di Boyolali, Jawa Tengah,” kata Sekretaris Dirjen PSP Kementerian Pertanian RI, Abdul Madjid, ketika ditemui usai membuka lomba nraktor bareng yang melibatkan 57 petani se-Kecamatan Rengel di Desa Karangtinoto, Rabu (12/10/2016).

Meski harus datang jauh dari Jakarta, Madjid tidak keberatan menghadiri lomba ini. Hippa Tirto Tinoto prestasinya tidak perlu diragukan, dan terbaik di Kabupaten Tuban. Terbukti kantornya serupa kantor milik kecamatan. Sekaligus saldo Hippa hingga hari ini sudah mencapai miliaran rupiah.

Revolusi petani semacam ini yang diharapkan semua pihak. Pemerintah pun tidak segan memberikam bantuan alat pertanian, pupuk ataupun program pendampingan yang sifatnya berkala.

Baca Juga :   Tukang Parkir Banjir Rejeki

Sementara, Ketua Hippa Tirto Tinoto, Kasadi, sangat berterimakasih kalau kelompoknya diperhatikan oleh Pemerintah Pusat. Selama ini, pihaknya menghimbau petani yang tergabung di Hippa untuk terus belajar.

Lahan pertanian yang terletak ditepi Sungai Bengawan Solo harus dioptimalkan. Meskipun saat musim hujan bagai musibah, namun itu dapat disiati.

“Wilayah yang selalu tergenangi air di Rengel harus dicermati, untuk membantu program swasembada pangan dari pemerintah,” sambungnya.

Salah satu program inovatif dari Hippa kali ini yakni lomba nraktor yang diikuti 57 petani se-Kecamatan Rengel. Kegiatan perdana ini tujuannya untuk menyatukan petani di wilayahnya.

Selain meningkatkan keguyuban, panitia juga menargetkan setiap petani dapat tukar pengalaman dalam mengolah lahan. Sekaligus berdiskusi teknik serta manajemen biaya dalam meningkatkan produksi pangan di wilayah setempat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *