SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Perawatan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat sorotan warga. Gara-garanya aspal yang digunakan untuk menambal sulam ditengarai menggunakan aspal alam (aspal Buton), bukan aspal yang digunakan pada umumnya.
Dugaan itu diperkuat dari kondisi jalan yang ditambal sulam tidak bertahan lama. Aspal jalan kembali terkelupas setelah terkena air hujan dan dilewati kendaraan.
Sadi, warga Kedungtuban yang sehari-hari melakukan aktivitas di Kecamtan Cepu, menyayangkan hasil pekerjaan tersebut. Ia menganggap proyek perawatan jalan tersebut gagal. Sebab setelah jalan ditambal sulam bukan menjadi lebih baik, justru menjadi rusak.
“Katanya dengan aspal alam itu bagus, tapi terkena air hujan justru mengelupas. Bahkan jika terus terlindas kendaraan, lubang jalan yang semula ditambal dengan aspal alam justru membentuk cekungan. Ini bisa membahayakan pengguna jalan,†katanya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (13/10/2016).Â
Dari informasi yang dia terima, proyek perawatan jalan tersebut adalah uji coba penggunaan aspal alam.
“Pada umumnya, aspal yang digunakan butuh suhu panas yang cukup tinggi supaya aspal bisa menempel. Tapi aspal ini berbeda, konon info yang saya terima bahwa aspal ini tidak membutuhkan suhu panas,†ujar Sadi.Â
Sementara, Camat Cepu, Mei Naryono mengaku telah mengetahui informasi tersebut. Namun dirinya enggan berkomentar banyak mengeni hal itu. “Itu pekrjaan provinsi,†ucapnya singkat.Â
Dwi (40), mandor pekerjaan perbaikan jalan membenarkan jika perawatan jalan menggunakan aspal buton. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Cengkir Gading.
“Iya, Mas. Ini menggunkan aspal buton,†ucapnya.
Menurutnya, penggunaan aspal buton itu sebaga uji coba dan percontohan. Jika ini berhasil, maka akan menggunakan aspal itu untuk seterusnya.
“Karena dari tender pekrjaan harus menggunkan aspal buton,†kata dia. Â
Seharusnya disbanding aspal olahan, menurut dia, aspal buton jauh lebih keras. Namun karena pekerjaan baru selesai dan langsung terkena hujan terus menerus mengakibatkan hasil tambalan sleding (bentuk cekungan), bahkan bisa mengelupas.Â
“Bukan hanya aspal buton, aspal olahan  juga akan mengelupas jika terus tergerus air. Apalagi hampir satu bulan ini, sering terjadi hujan deras,†pungkasnya.(ams)