SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu mengajak masyarakat dan penambang sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Karena sekarang ini kerusakan lingkungan akibat penambangan dan penyulingan ilegal di kawasan tersebut mencapai 50 persen lebih.Â
“Kerusakan lingkungan saya melihat lebih dari 50 persen. Tapi kerusakan itu terjadi sudah cukup lama bukan waktu dekat,” kata Field Manager Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Agus Amperiyanto, usai melaksanakan sosialisasi penertiban sumur tua di kantor Pemkab setempat, Senin (17/10/2016) kemarin.Â
Saat ini pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan penambang agar menjaga lingkungan. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah menyiapkan wilayah tersebut menjadi wisata migas.Â
“Kalau masyarakat ikut menjaga lingkungan, ikut bersama-sama membenahi, kebersihan terjaga, maka akan menjadi potensi wisata yang mengundang banyak orang,” imbuhnya.Â
Dengan adanya wisata migas di kawasan sumur tua ini secara otomatis akan mampu mendorong roda perekonomian. Karena akan banyak memunculkukan multiplier efect (efek berantai) sehingga nantinya masyarakat tidak lagi bergantung pada sumur tua.
“Mereka tidak bisa selamanya menggantungkan itu. Karena minyak itu akan semakin habis,” ucap Agus.Â
Konsep perbaikan lingkungan ini akan dilakukan Pertamina EP Asset IV Field Cepu secara bertahap. Perbaikan akan dilakukan di lokasi lereng bukit, bukan di tempat penyulingn-penyulingan liar.
“Kemudian di lingkungan industri yang terlokalisir bisa jadi tempat wisata. Lahan kosong itu akan kita coba tanami lagi dengan pepohonan seperti sebelumnya,” ujar Agus mengungkapkan.Â
Selain itu tanah yang terkontaminasi oleh limbah akan dilakukan pengolahan supaya dapat menghilangkan minyak dan mengembalikannya agar memiliki kekuatan menumbuhkan vegetasi di atasnya.(rien)