Vendor Liburkan Naker J-TB

Sekjen PKL R1 Parmo

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Sejumlah vendor proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang tergabung di Persatuan Kontraktor Lokal Ring-1 (PKL R-1) J-TB meliburkan tenaga kerja (Naker)nya, Rabu (19/10/2016).

Akibatnya membuat aktivitas pengerjaan proyek J-TB berhenti. Hanya saja aktivitas dari karyawan operator proyek Unitisasi Lapangan Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) maupun kontraktornya PT Pembangunan Perumahan (PP) keluar masuk lokasi tetap seperti biasannya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKL R-1, Parmo, mengatakan, tidak ada aksi demo, pemblokiran dan mogok kerja di lokasi J-TB. Adanya adalah naker diliburkan oleh vendor PT PP. Penyebabnya karena adanya keterlambatan pencairan invoice (tagihan) dari PT PP.

“Kondisi dilokasi tetap seperti biasa aktivitas karyawan PEPC maupun PP biasa keluar masuk lokasi J-TB. Hanya vendor saja meliburkan nakernya,” kata Parmo, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (19/10/2016).

Dia menjelaskan, dengan vendor meliburkan nakernya, itu menunjukkan jika PP sebagai kontraktor proyek Early Civil Work J-TB tidak komitmen terkait dengan pembayaran di vendor.

Baca Juga :   PT ADS Belum Jadwalkan RUPSLB yang Membahas RKA 2022

“Vendor tersebut juga tergabung di PKL R-1, Mas. Jadi kami ikut membantunya agar bisa segera terselesaikan,” ungkapnya.

Menurut Parmo, meski PP telah membayar vendor secara lunas, tidak lantas PP bisa langsung melanjutkan pekerjaannya. Karena ada beberapa item yang harus dipenuhi.

“Diantaranya adalah terkait dengan jaminan. Seperti Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN),” tegas Parmo.

Diharapkan pula, operator proyek Unitisasi Lapangan Gas J-TB, PEPC jangan sampai berdiam diri tetapi harus melakukan pemantauan terus kepada kontraktornya.

“PEPC harus mengontrol terus kontraktornya lah. Agar semua pekerjaan bisa berjalan lancar sesuai harapan kita semua,” pungkasnya.

Terpisah, humas PT PP, Edi Purwanto, dikonfirmasi melalui WhatsAPP terkait hal tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *