Ajukan Rp3 Miliar Bangun Museum Rajekwesi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana membangun gedung Museum Rajekwesi pada tahun 2017 mendatang. Pembangunan museum berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto atau depan Markas Kodim 0813 Bojonegoro.

Hingga saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan antara DPU Bojonegoro bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro. Anggaran untuk membangun museum tersebut diajukan sebesar Rp 3 miliar.

Kepala Bidang Pembangunan DPU Bojonegoro, David menjelaskan, pelaksanaan pembangunan tersebut masih menunggu persetujuan desain yang disepakati antara DPU dan Disbudpar. Sehingga nanti pihaknya tinggal menjalankan saja pembangunan sesuai desain.

Saat ini proses pengajuannya sudah dilakukan, namun perencanaan model bangunannya masih belum diketahui.

“Kemungkinan awal tahun 2017 nanti pembangunan sudah berjalan. Saat ini kami terus berkoordinasi terkait desain dengan pihak Disbudpar,” ujarnya.

Rencananya gedung museum yang baru ini tidak hanya berisi cagar budaya dan benda-benda bersejarah, tetapi juga dilengkapi museum banjir yang berisi dokumentasi serta museum lumbung pangan dan energi.

Baca Juga :   Pram Peroleh Pencerahan dari Kopi dan Rokok

Sebelumnya, Museum Rajekwesi berada dalam satu kawasan dengan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro di Jalan Pattimura. Namun, museum itu dibongkar seiring pembangunan gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro.

Museum Rajekwesi memiliki beberapa jenis benda di antaranya, fosil kepala gajah dengan panjang 37 sentimeter, lebar 25 meter, dan tebal 20 sentimeter. Fosil kepala gajah yang diperkirakan pernah hidup satu juta tahun yang lalu itu ditemukan di Dukuh Poh, Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Lalu, ada fosil tulang sendi gajah dengan panjang 37 sentimeter (cm), lebar 16 cm dan tebal 17 cm.

Koleksi benda masa sejarah klasik atau sekira 10 ribu tahun lalu juga cukup banyak. Di antaranya, arca Shiwa yang terbuat dari bahan batu andesit.

Lalu, ada arca Ganesa yang digambarkan sedang duduk bersila. Kondisi arca Shiwa dan Ganesa itu terawat dengan baik.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *