SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tingginya potensi Migas di Wilayah Kerja (Wilker) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 menjadikan masyarakat Tuban, Jawa Timur masih menggeluti usaha rengkek Solar.
Pantauan di sepanjang jalan Desa Jatisari, Kecamatan Senori hingga perbatasan Desa Wonocolo, Kecamatam Kedewan, Bojonegoro mulai pukul 15:00-17:00 WIB kurang lebih ada 60 perengkek Solar yang pulang pergi mengangkut minyak mentah.
“Masih banyak Mas, sebab rengkek Solar menjadi profesi yang menjanjikan bagi warga setempat,” kata salah seorang perengkek asal Kecamatan Bangilan yang enggan disebut identitasnya, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/10/2016).
Saat dijumpai di dekat Sumur Kawengan (KW- 071), pihaknya bergegas melanjutkan perjalanan untuk membawa Solar ke lokasi tujuan. Ditanya soal tujuannya dia enggan menyebutkan, namun ada yang menampung minyak bawaannya.
“Tergantung siapa yang meminta kalau Solar mentah,” singkatnya.
Sementara, warga Desa Jatisari, Ahmad, membenarkan masih banyak perengkek yang mengambil minyak dari Wonocolo. Rata-rata Solarnya dibeli pengepul di Desa Kaligede, Senori, maupun dijual di kios Pantura Kecamatan Bancar, dan Tambakboyo.
“Satu perengkek rata-rata sekali angkut membawa 6 drum kapasitasnya 35 liter,” jelasnya.
Maraknya perengkek yang mengambil Solar mentah di Sumur Tua Wonocolo, juga dibenarkan oleh Abdul yang berprofesi sebagai operator salah satu sumur tua Wonocolo. Pria yang berjibaku dengan sumur tua sejak 1975 ini hanya bekerja empat jam, dan tidak dapat menjelaskan panjang lebar soal perengkek.
“Dari berbagai daerah kalau perengkek, rata-rata banyak dari Tuban,” jelasnya.
Menyikapi maraknya perengkek di wilayahnya, Kapolsek Senori, AKP Kusrin, belum berkomentar lebih tentang hal tersebut. Kapolsek pindahan dari Kecamatan Parengan ini, beberapa waktu lalu baru menggantikan AKP Simon.
“Mohon maaf dan mohon waktu masih kami datakan nggih,” tutupnya. (Aim)